
Bruno Tavares. (Dok. Renascenca)
JawaPos.com - Sejak 2013, Bernardo Tavares nyaris tak pernah lepas dari tas kepelatihannya. Selalu siap bepergian, selalu siaga menghadapi tantangan baru. Rutinitas itu kembali terulang di awal 2026 ini.
“Saya akan kembali pada 3 Januari, mulai latihan 5 Januari, dan kami sudah bertanding pada 10 Januari,” ujar pelatih berusia 45 tahun asal Proença-a-Nova itu kepada media Portugal, Renascença.
Sudah lima tahun terakhir Bernardo Tavares mengadu nasib di Indonesia. Kali ini, ia kembali untuk memimpin Persebaya Surabaya. Klub Jawa Timur yang dikenal penuh gairah, sekaligus kerap menjadi “kuburan” bagi para pelatih. Soal itu, kisahnya akan panjang dibahas disini.
Untuk sementara, Bernardo memilih menikmati momen bersama keluarga di Portugal. Ia memanfaatkan jeda singkat ini untuk menyambut datangnya 2026, sebelum kembali terbang ke Indonesia, negara yang dalam beberapa tahun terakhir membuatnya harus rela merayakan Natal dan Tahun Baru jauh dari orang-orang terdekat.
“Indonesia adalah negara yang sangat jauh. Penduduknya sekitar 280 juta jiwa, mayoritas Muslim, meski ada juga Katolik dan pemeluk agama lain. Yang pasti, tradisi Natal di sana sangat berbeda dengan di sini,” tuturnya.
Tahun ini menjadi pengecualian. Kepindahan klub membuat Bernardo akhirnya bisa merayakan Natal di kampung halaman. Meski begitu, ia mengakui momen tersebut tidak datang dengan mudah.
“Dalam beberapa tahun terakhir, saya habiskan sepanjang tahun untuk bekerja. Baru tahun ini saya benar-benar bisa merayakan Natal di sini bersama keluarga,” katanya.
Bernardo juga menyinggung kuatnya ikatan emosional dengan orang-orang yang bekerja bersamanya setiap hari. Ikatan itulah yang, menurutnya, membuat perpisahan sementara ini terasa berat, sekaligus memberi makna tersendiri pada perayaan Malam Tahun Baru 2024/2025 yang ia jalani di Portugal.
Baca Juga: Harapan Baru Dimulai! Bernardo Tavares Kirim Sinyal Perubahan untuk Persebaya Surabaya dan Bonek
Dalam hitungan hari, Bernardo Tavares akan kembali menginjakkan kaki di Surabaya. Pelatih asal Portugal itu bersiap mengambil alih kursi pelatih kepala Persebaya Surabaya, melanjutkan petualangannya di sepak bola Indonesia yang telah dimulai sejak 2021 bersama PSM Makassar.
“Saya meninggalkan Finlandia pada April 2022. Mei-nya saya sudah berada di PSM Makassar, klub tertua di Indonesia yang saat itu berusia 110 tahun,” ujar pelatih berkepala plontos ini.
PSM, kata dia, sudah lama puasa gelar. Terakhir kali juara pada 2001 atau 2002. “Kami juara pada 2022. Itu pencapaian yang luar biasa,” tegasnya.
Kini tantangan yang lebih berat menanti di Surabaya. Bernardo menyadari betul reputasi Persebaya sebagai klub besar dengan ekspektasi tinggi.
“Ini klub yang akan berusia 100 tahun musim depan. Basis suporternya sangat besar. Jika prestasi bagus, stadion bisa diisi 35 ribu sampai 40 ribu penonton,” katanya.
Namun, ada sisi gelap di balik besarnya nama tersebut. “Beberapa tahun terakhir tidak berjalan baik. Banyak pergantian pelatih. Saya akan menjadi pelatih keempat musim ini,” ujarnya lugas.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
