Rizky Ridho mengaku kecewa setelah gagal membawa timnya, Persija meraih kemenangan atas Semen Padang. (Istimewa)
JawaPos.com - Persija Jakarta tengah diliputi kekecewaan yang mendalam pasca kalah 0-1 dari tuan rumah Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim, Minggu (22/12) lalu.
Tak terkecuali sang kapten yang juga bek tengah Persija, Rizky Ridho. Ia menilai kekalahan tersebut salah satunya disebabkan para pemain tidak menerapkan kemauan pelatih Mauricio Souza.
“Banyak kemauan Coach belum bisa kami lakukan dengan baik. Kami pun terkena kartu merah. Di ruang ganti, Coach berbicara kepada kami agar melanjutkan dan berusaha lebih baik lagi di babak kedua,” kata Ridho usai laga, seperti dikutip dari laman resmi klub.
Pada babak pertama, Persija memang keteteran. Hal itu dipicu oleh dikeluarkannya Figo Dennis pada menit 37 karena menerima kartu kuning kedua. Dengan hanya bermain sebanyak 10 orang, Macan Kemayoran tentu kesulitan memaksimalkan laga.
“Di babak kedua, kami berusaha menjalankan apa yang Coach minta. Meskipun bermain dengan 10 pemain, kami tetap berusaha menyerang dan mencetak gol,” tuturnya lagi.
Petaka lalu datang saat pemain Persija, Jordi Amat yang bermaksud menghalau bola malah melakukan gol bunuh diri pada menit 83. Tak hanya itu, gol Maxwell de Souza pada injury time juga dianulir wasit.
Nasib sial Macan Kemayoran ternyata belum berhenti. Fabio Calonego mendapat kartu merah pada menit ke-90+6. Semen Padang pun menang 1-0.
Rizky Ridho juga kecewa lantaran kekalahan tersebut bukanlah kado yang diharapkan bagi peringatan ulang tahun Jakmania.
“Tekad kami datang ke sini adalah untuk memenangkan pertandingan dan memberikan hadiah kemenangan bagi Jakmania yang sedang berulang tahun. Namun, kami kebobolan satu gol dan akhirnya kalah. Ke depan, kami harus fokus untuk pertandingan selanjutnya,” tegasnya.
Bek berusia 24 tahun itu juga menyadari beberapa kesalahan pemain bisa saja terjadi, sehingga mewakili tim, ia berjanji melakukan evaluasi agar pada putaran kedua bisa tampil lebih baik.
“Saya mohon agar liga kita bisa lebih baik lagi dan para pemain juga lebih baik lagi. Semua orang harus introspeksi dan belajar ke depannya. Untuk penilaian, silakan teman-teman menilai sendiri, layak atau tidak,” pungkas mantan pemain Persebaya itu.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
