Aksi pemain Persebaya, Dejan Tumbas (kanan), saat menghadapi Borneo FC. (Media Persebaya)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya mengakhiri paruh musim dengan kondisi yang cukup unik, yaitu tidak memiliki pelatih kepala. Pasca memecat Eduardo Perez, Green Force ditangani oleh pelatih caretaker hingga pelatih fisik.
Hal itu berbeda dengan sejumlah tim lain yang memecat pelatih pada paruh pertama musim ini, di mana mereka telah menetapkan pelatih kepala baru. Deretan klub tersebut antara lain Persik Kediri (Marcos Reina), PSBS Biak (Agus Sugeng Riyanto), dan Persis Solo (Milomir Seslija).
Sebagai informasi, Persebaya memecat Eduardo Perez sejak 22 November lalu. Sejak itu, Bruno Moreira dkk ditangani caretaker Uston Nawawi. Lalu, pada laga menghadapi Borneo FC, Sabtu (20/12), Shin Sang-gyu menjadi caretaker karena Uston harus menjalani hukuman akumulasi kartu.
Uniknya lagi, selama ditangani caretaker, Persebaya tidak terkalahkan, walaupun tidak meraih satu pun kemenangan juga. Dalam tiga laga, mereka selalu meraih hasil imbang, yaitu menghadapi Bhayangkara Presisi (tandang, 1-1), PSM Makassar (tandang, 1-1), dan Borneo FC (kandang, 2-2).
Nasib Persebaya tentu masih lebih baik daripada tiga tim yang baru saja menunjuk pelatih baru. Persis Solo dan Persik Kediri bernasib suram begitu ditangani juru taktik anyar.
Persis dilumat 5-1 oleh Dewa United, dan Persik dihabisi Persita Tangerang 3-0. Padahal, ini adalah laga perdana di tangan pelatih baru. Sedangkan PSBS baru bermain menghadapi Bali United, Senin (22/12).
Persebaya berpeluang mempertahankan rekor tak terkalahkan, bahkan meraih kemenangan jika sukses mengalahkan Persijap Jepara pada 28 Desember mendatang di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.
Sementara itu, menyikapi hasil imbang menghadapi pemuncak klasemen Borneo FC, Asisten pelatih Persebaya Surabaya Shin Sang-gyu mengapresiasi timnya yang menganggap ada peningkatan.
"Hasil pertandingan memang tidak sesuai harapan, namun peningkatan permainan tim menjadi catatan penting, terutama dari sisi kerja kolektif dan performa individu pemain," kata Shin seperti dikutip dari Antara.
Mantan asisten Shin Tae-yong di Timnas Indonesia itu juga menyoroti peningkatan kondisi fisik pemain Green Force yang layak mendapat apresiasi dari Bonek.
"Fisik itu tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi fondasi bagi penerapan taktik seperti high pressing dan intensitas permainan," pungkasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
