
Benjamin Mora membagikan USD 300 ke pemainnya yang cetak gol.
JawaPos.com — Bukti loyalitas Benjamin Mora kembali mencuri perhatian setelah namanya disebut sebagai kandidat kuat pelatih Persebaya Surabaya. Sosok asal Meksiko ini dikenal punya cara unik membangun kepercayaan pemain, salah satunya dengan rutin membagikan USD 300 bagi pencetak gol.
Cerita menarik tersebut mencuat kuat sepanjang 2024 lalu saat Mora menangani York United FC di Liga Utama Kanada dikutip dari media Meksiko, Ole.
Metode sederhana itu bukan sekadar gimmick, melainkan alat motivasi yang langsung berdampak di lapangan.
Selama enam pertandingan bersama York United, Mora mencatat empat kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Produktivitas tim melonjak dengan 10 gol tercipta dan hanya enam kali kebobolan.
Insentif USD 300 per gol menjadi simbol bagaimana Mora menghargai keberanian pemain dalam mengambil keputusan krusial. Baginya, gol bukan hanya soal statistik, tetapi bentuk tanggung jawab yang layak diapresiasi.
Pendekatan tersebut memperlihatkan loyalitas Mora kepada anak asuhnya, terutama dalam momen kompetitif. Ia ingin pemain merasakan kehadiran pelatih bukan hanya sebagai taktisi, tetapi juga pendukung moral.
Karakter eksentrik Mora sudah terbentuk sejak lama, jauh sebelum namanya dikenal di Asia. Ia pernah tampil di Big Brother musim ketiga pada 2005, pengalaman yang membentuk kepercayaan dirinya di ruang publik.
Latar belakang keluarganya pun unik, dengan ayah seorang promotor gulat dan ibu mantan atlet voli tim nasional Meksiko. Lingkungan itu menempa Mora menjadi figur penuh energi dan berani tampil berbeda.
Karier kepelatihannya dimulai di Meksiko saat menangani Atlético Chiapas pada 2013. Setelah itu, ia menimba ilmu sebagai asisten pelatih di Querétaro, Atlante, dan Cafetaleros de Tapachula.
Langkah besar Mora terjadi ketika ia menerima tantangan melatih Johor Darul Ta’zim II di Malaysia. Kepercayaan manajemen membuatnya promosi menangani tim utama JDT dalam dua periode berbeda.
Bersama Johor Darul Ta’zim, Mora menjelma menjadi salah satu pelatih tersukses di Asia Tenggara. Ia mencatat 62 kemenangan dari 85 laga dan mempersembahkan sembilan gelar domestik.
Dominasi JDT di bawah Mora terlihat dari empat gelar Liga Super Malaysia dan empat Piala Super Malaysia. Satu gelar FA Cup Malaysia melengkapi periode emasnya bersama klub tersebut.
Perjalanan manis itu berakhir pada Juli 2022 ketika Mora memutuskan mundur karena alasan keluarga. Keputusan tersebut ia sampaikan dengan nada emosional dan penuh tanggung jawab.
“Keputusan ini tidak mudah, tapi keluarga selalu menjadi prioritas utama saya,” ungkap Mora kala itu. Pernyataan tersebut memperlihatkan sisi personal yang kuat dalam setiap langkah kariernya.
Mora kemudian pulang ke Meksiko dan menerima tantangan melatih Atlas FC pada Oktober 2022. Ekspektasi tinggi menyertainya, namun hasil di Liga MX tak sepenuhnya memuaskan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022