Ruang ganti Persik Kediri bisa jadi kuburan jika menelan kekalahan. (Persik Kediri)
JawaPos.com — Mohamad Sultoni, masseur Persik Kediri, menceritakan sebuah hal unik pada Podcast Jeda Laga. Sosok yang sudah sudah bersama tim sejak Macan Putih promosi ke Liga 1 pada 2019 tersebut merasakan langsung bagaimana denyut atmosfer ruang ganti tim kala mereka menelan hasil negatif.
Dalam obrolan santai namun penuh makna, Toni menuturkan perjalanan panjangnya hingga dipercaya menangani pemain Persik Kediri. Perannya tidak sekadar memijat otot lelah, tetapi juga menjadi saksi berbagai momen penting di balik layar tim.
Pengalaman paling berat menurut Toni selalu datang saat Persik Kediri menelan kekalahan. Ruang ganti yang biasanya ramai mendadak berubah sunyi, seperti kuburan tanpa suara sedikit pun.
“Nggak ada yang berani bicara,” kenang Toni saat menggambarkan suasana ruang ganti setelah pertandingan berakhir pahit dikutip dari Radar Kediri.
Kesunyian itu terasa menekan karena setiap orang larut dalam perasaan kecewa dan introspeksi.
Sebagai masseur, Toni berada di posisi unik karena tetap harus bekerja di tengah atmosfer yang muram. Ia tetap menjalankan tugas profesionalnya sambil menjaga perasaan pemain yang sedang jatuh.
Di balik tekanan itu, ada kebanggaan besar yang membuat Toni bertahan dan menikmati perannya di Persik Kediri. Sejak kecil, Persik merupakan tim yang selalu ia banggakan dan dukung sepenuh hati.
Saat remaja, Toni kerap ikut away demi memberi dukungan langsung kepada Macan Putih. Pengalaman itu membuat keterikatannya dengan Persik bukan sekadar pekerjaan, melainkan ikatan emosional.
Ia juga tak menyangka bisa berteman dekat dengan Johan Prasetya. Sosok yang dulu dikenal sebagai pemain Persik itu kini menjadi asisten pelatih dan rekan kerja sehari-hari.
Cerita Toni di Podcast Jeda Laga tidak hanya berputar tentang dinamika Persik Kediri. Ia juga membagikan wawasan penting seputar dunia sport massage yang sering dianggap sepele.
Menurut Toni, menjadi masseur tidak bisa dilakukan secara asal atau hanya mengandalkan pengalaman lapangan. Setiap tindakan harus dipertimbangkan dengan matang demi keselamatan dan pemulihan pemain.
Ia menekankan pentingnya komunikasi dengan tim medis sebelum melakukan penanganan. “Harus tetap tanya ke dokter atau fisioterapis dulu,” ujarnya dalam podcast tersebut.
Prinsip itu ia pegang teguh selama mendampingi Persik Kediri di berbagai kompetisi. Profesionalisme menjadi fondasi utama agar pemain bisa kembali tampil optimal di lapangan.
Latar belakang Toni juga terbilang panjang dan berliku sebelum akhirnya menetap sebagai masseur Persik. Ia pernah menjalani profesi sebagai guru dalam perjalanan hidupnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
