Persebaya Surabaya didenda Komdis PSSI karena flare menyala di laga menghadapi Arema FC. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali disorot setelah Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan denda Rp 120 juta usai laga panas melawan Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo. Kejadian yang dipicu penyalaan petasan ini menjadi pembicaraan hangat karena disampaikan bersamaan dengan pernyataan ruang banding masih terbuka bagi klub.
Insiden terjadi pada 22 November 2025 dalam lanjutan pekan ke-13 Super League 2025/2026.
Komdis menyebut Persebaya Surabaya melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2025 setelah adanya enam kali penyalaan petasan dari Tribun Utara.
Informasi ini pertama kali disebarkan fanbase @kitabonek pada Minggu (30/11/2025). Mereka mengunggah kabar denda lengkap dengan reaksi cepat dari para pendukung yang langsung memadati kolom komentar.
Komdis PSSI menjelaskan rinciannya melalui surat resmi yang berisi “FAKTA DAN PERTIMBANGAN HUKUM”.
Dalam bagian itu tertulis “Klub Persebaya Surabaya melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2025 karena terjadi penyalaan petasan sebanyak 6 (enam) kali yang dilakukan oleh suporter Persebaya Surabaya dari arah Tribun Utara dan diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin.”
Keputusan final mereka dituangkan dalam bagian “KEPUTUSAN”.
Komdis menuliskan, “Merujuk kepada Pasal 70 ayat (1), ayat (2) dan lampiran 1 nomor 5 Kode Disiplin PSSI Tahun 2025, Klub Persebaya Surabaya dikenakan sanksi denda sebesar Rp. 120.000.000,- (seratus dua puluh juta rupiah).”
Komdis juga memberikan peringatan tegas untuk ke depannya. Dalam surat tersebut tercantum kalimat, “Pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat.”
Meski begitu, Komdis tidak menutup pintu jika Persebaya Surabaya ingin melakukan pembelaan. “Terhadap keputusan ini dapat diajukan banding sesuai dengan Pasal 117 Kode Disiplin PSSI,” tulis mereka dalam bagian “BANDING”.
Kabar ini langsung memicu reaksi keras dari Bonek yang memenuhi unggahan @kitabonek. Mereka menunjukkan campuran rasa kesal, pasrah, dan kritik terhadap situasi yang berulang menimpa klub.
Seorang Bonek menulis “Wes ga tahu menang, dendone akeh,” yang menangkap emosi suporter yang merasa klub sedang berada dalam kondisi sulit tetapi tetap harus menelan sanksi.
Komentar lain dengan nada lebih pragmatis menyebut “Isok banding iku,” menandakan harapan agar Persebaya Surabaya tak tinggal diam.
Ada pula yang menyoroti besarnya jumlah denda dan mengungkapkan kekesalan lewat komentar singkat “120 juta”.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
