Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 November 2025, 01.31 WIB

Demo Nggak Sampai 2 Jam, Ultras Garuda Bubar Usai Menggembok GBK Arena

Pintu depan GBK Arena yang merupakan lokasi kantor PSSI digembik oleh massa demonstrasi Ultras Garuda. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com) - Image

Pintu depan GBK Arena yang merupakan lokasi kantor PSSI digembik oleh massa demonstrasi Ultras Garuda. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Aksi demonstrasi yang dilakukan Ultras Garuda Indonesia terhadap PSSI telah beres kurang dari dua jam. Unjuk rasa ditutup dengan penggembokan GBK Arena, yang merupakan lokasi Kantor PSSI.

Ultras Garuda melakukan demo di depan GBK Arena, gedung yang menjadi kantor PSSI pada Jumat (14/11) sore. Aksi unjuk rasa dilakukan sebagai bentuk protes dan kekecewaan suporter terhadap federasi buntut kegagalan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.

Aksi Ultras Garuda diawal dengan berjalan dari lokasi titik kumpul di Jalan Gerbang Pemuda, tepatnya depan kantor TVRI. Mereka berkumpul sejak setelah ibadah Jumat dan baru bergerak sekitar pukul 15.10 WIB.

Puluhan suporter itu melakukan long-march menuju Kantor PSSI yang berada di GBK Arena. Mereka berjalan sambil menyanyikan chants dan membentangkan sejumlah spanduk bertuliskan "Erick Out", "Road Map Kok Ribet", "Menpora Evaluasi Ketum PSSI", dan sebagainya, hingga satu spanduk besar bertuliskan "Revolusi Total PSSI" dengan tambahan tagar #ErickOut dan #AryaOut. 

Para pendemo pun tiba di depan GBK Arena. Mereka menempelkan kertas-kertas berisikan tulisan yang tak jauh berbeda dengan spanduk sebagai bentuk luapan kekecewaan. Ultras Garuda berunjuk rasa tepat di depan pagar dengan polisi berjaga di depan pintu masuk GBK Arena.

Massa Ultras Garuda tak henti-hentinya bernyanyi dan bersuara dengan lantang. Kata-kata kasar dan frontal bahkan keluar, termasuk dari orator saat menyampaikan pendapatnya.

"Kami suporter Timnas Indonesia yang selalu ada di tribune bukan tidak suka dengan Erick. Tapi kami tidak suka dengan gaya komunikasi Erick dan gaya komunikasi Arya. Kalau A dia ngomong B. Kalau gagal dia salahin ekspektasi suporter tolol," kata orator dalam orasinya.

Orator Ultras Garuda juga dengan lantang menuntut Erick dan Arya muncul menemui massa aksi. Tapi tak ada satupun perwakilan PSSI yang muncul. Orator kemudian meminta Erick Thohir mundur dari jabatannya, namun juga seluruh Exco yang duduk di PSSI.

"Kalau punya nyali, keluar dan bicara sama Kami di sini. Erick Thohir out Arya out sekarang juga. Kalian pengecut. Jangan pernah bersembunyi di belakang teman-teman aparat. Kalau berani keluar. Hadapi kami. Ngomong sama kami. Kalau enggak berani, tidak ada nyali, out," ucal sang orator.

 "Bukan Erick aja tapi seluruh exco juga out. SK jabatan juga harus dua periode jangan lebih. Woi PSSI keluar kalian. Ngomong mencela-mencle enggak jelas. Kalian itu gimana kerjanya? Bangsat kalian semuanya. Erick out, Erick out, Erick Out. Kalau kalian enggak keluar, kami yang masuk," tambah ancaman orator.

Aksi demonstrasi berlangsung selama kurang lebih satu jam. Massa Ultras Garuda sempat menyalakan sejumlah flare dan bom asap untuk menutup aksi. 

Sejumlah perwakilan suporter Ultras Garuda kemudian memaksa masuk melewati pagar. Mereka membawa rantai dan gembok untuk mengunci pintu bagian depan GBK Arena.

Dua pintu utama yang ada di GBK Arena langsung digembok. Aksi itu dilakukan karena massa gerah akibat tak adanya perwakilan federasi yang kunjung menghampiri.

"Biar enggak ada yang bisa keluar," kata salah satu massa aksi yang menggembok pintu depan.

Setelah menggembok, massa aksi Ultras Garuda kemudian bubar jalan. Kegiatan demonstrasi pun tuntas selama kurang lebih satu jam.

Editor: Banu Adikara
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore