
Yoyok Sukawi memberikan sudut pandangnya tentang kiprah Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-23 hingga proses kelanjutan yang perlu dilakukan. (media PSSI)
JawaPos.com - Konflik antara suporter setia PSIS Semarang, Panser Biru, dengan manajemen klub kayaknya belum berakhir.
Ketua Panser Biru, Wareng, melalui akun Instagram pribadinya @kepareng_wareng kembali mengungkit kembali janji lama CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, yang pernah berjanji akan memberikan 10% saham klub kepada suporter sejak 2014.
Hal ini bermula karena Wareng, yang sering mengkritik kebijakan manajemen PSIS, diminta oleh warganet untuk membeli saham PSIS supaya bisa melontarkan kritikanya di RUPS.
Dalam unggahannya, Wareng menjawab permintaan tersebut dengan postingan dengan nada sindiran tajam. “Sahamnya PSIS dibeli to biar bisa ikut RUPS, memberi tahu Doyok. Lha dulu suporter dijanjikan saham 10% dari tahun 2014 biar nyoblos Doyok, sampai sekarang cuma diapusi kok buzernya mbulet-mbulet aja.”
Unggahan tersebut langsung ramai diperbincangkan di kalangan pendukung PSIS, terutama mereka yang merasa sudah lama kecewa dengan janji manajemen klub.
Wareng juga menyinggung rekam jejak janji politik Yoyok Sukawi yang kerap memberikan janji kepada suporter, tapi tidak pernah terealisasi.
“2014 Doyok jadi DPRD, 10% saham buat suporter bohong. 2019 Doyok jadi DPR RI, PSIS papan atas/juara bohong. 2024 Doyok jadi DPR RI, PSIS 3 besar bohong. 2024 gagal walikota, PSIS hancur lebur, buzernya malah jual saham, lha yang mau beli siapa?” tulisnya lagi.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena mencerminkan kekecewaan mendalam para suporter terhadap manajemen PSIS yang dianggap tidak profesional dan memanfaatkan suporter hanya untuk kepentingan politik.
Beberapa anggota Panser Biru lainnya turut menanggapi hal itu. Salah satunya, Jazuli, yang juga menyuarakan ketidakpuasannya terhadap proses pengelolaan klub.
“Pak Anto yang memiliki saham 30% di PSIS saja tidak didengar atau tidak dilibatkan di RUPS, apalagi cuma kita suporter, gak bakal didengar,” ujarnya kepada awak media lokal.
Kekecewaan ini menambah daftar panjang dinamika antara suporter dan manajemen PSIS Semarang. Banyak pendukung berharap agar manajemen klub lebih profesional, kalau sudah tidak mampu mengelola lebih baik saham PSIS dijual.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak CEO PSIS Semarang terkait pernyataan Ketua Panser Biru tersebut.
