Ernando Ari jadi superhero Persebaya Surabaya lawan PSBS Biak di Super League 2025/2026. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Ernando Ari tampil luar biasa di laga pekan ke-10 Super League 2025/2026. Kiper muda Persebaya Surabaya itu mencatat sepuluh penyelamatan gemilang saat menahan gempuran PSBS Biak dan berhak menyandang predikat Player of The Match.
Penampilan apik Ernando membuat pelatih Eduardo Perez seolah wajib mentraktirnya usai laga. Sebab, tanpa refleks cepat dan ketenangannya di bawah mistar, Green Force hampir pasti pulang dari Sleman tanpa satu pun poin.
Laga di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat sore (24/10/2025), memang berjalan menegangkan bagi Persebaya Surabaya. Sejak menit awal, PSBS tampil agresif dan langsung menekan lini belakang tim tamu.
Baru satu menit pertandingan berjalan, kesalahan umpan Ernando hampir berujung petaka. Bola jatuh ke kaki Damianus Putra, namun tendangan kerasnya masih melambung di atas mistar.
Persebaya Surabaya mencoba keluar dari tekanan dan membangun serangan balik cepat lewat Gali Freitas dan Mihailo Perovic. Sayangnya, setiap upaya yang dilakukan selalu kandas sebelum mencapai kotak penalti PSBS.
Tekanan makin berat ketika pertandingan memasuki menit ke-19. Umpan tarik dari sisi kiri disambut sontekan Mohcine Hassan yang mengarah ke gawang, tapi Ernando melakukan penyelamatan gemilang untuk menjaga skor tetap aman.
Hanya dua menit berselang, gawang Persebaya Surabaya kembali terancam akibat bola sapuan Leo Lelis yang justru meluncur ke arah gawang sendiri. Lagi-lagi, Ernando bereaksi cepat dan menepis bola dengan tangan kirinya.
PSBS Biak tak mengendurkan serangan. Menit ke-26, Ruyery Alfonso nyaris membuka keunggulan lewat tendangan keras dari sisi kanan, namun bola masih melenceng tipis di sisi gawang Ernando.
Kondisi Persebaya Surabaya kian sulit setelah Leo Lelis diganjar kartu merah langsung di menit ke-32. Bermain dengan sepuluh pemain membuat Green Force harus bertahan total menghadapi tekanan bertubi-tubi PSBS.
Belum sempat bernapas lega, Persebaya Surabaya kembali kehilangan pemain jelang turun minum.
Mikael Tata mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-45, membuat tim asuhan Eduardo Perez hanya bermain dengan sembilan pemain sejak babak pertama.
Meski begitu, Ernando tetap tampil tenang dan disiplin menjaga gawangnya. Ia beberapa kali keluar dari sarang untuk memotong umpan silang dan menghalau bola-bola liar di depan gawang.
Skor imbang 0-0 bertahan hingga turun minum. Babak pertama benar-benar menjadi ujian mental bagi Ernando dan lini belakang Persebaya Surabaya yang tampil heroik menahan serangan PSBS.
Memasuki babak kedua, tekanan PSBS semakin menjadi. Berbagai skema serangan mereka lancarkan, namun Ernando selalu menjadi tembok terakhir yang sulit ditembus.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
