Persebaya Surabaya wajib berbenah untuk mengurangi kartu pelanggaran agar tak kehilangan pemain di laga penting. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Performa Persebaya Surabaya musim ini agaknya tidak bisa terlepas dari koleksi kartu pelanggaran, kondisi ini sedikit mirip dengan musim lalu saat ditangani oleh Paul Munster. Green Force seolah belum belajar dari pengalaman, masih sering kehilangan pemain akibat pelanggaran yang sebenarnya bisa dihindari.
Kekalahan 1-3 dari Persija Jakarta pada pekan ke-9 Super League 2025/2026 menjadi pukulan telak bagi tim asal Kota Pahlawan.
Bermain di kandang sendiri, Persebaya Surabaya gagal menjaga fokus dan justru lebih banyak membuat pelanggaran dibanding menciptakan peluang berbahaya.
Pelatih Eduardo Perez tak menutup mata atas situasi tersebut. Ia mengakui hasil itu mengecewakan, tetapi meminta para pemain untuk segera bangkit dan memperbaiki kesalahan mendasar yang membuat tim sering merugi.
“Pada pertandingan hari ini (melawan Persija), tentu saja kami merasa sangat buruk. Tetapi mulai besok, kami harus bersama dan bekerja sangat keras untuk laga berikutnya,” ujar Eduardo seusai laga dengan nada tegas.
Persebaya Surabaya kini menatap laga berikutnya melawan PSBS Biak pada Jumat (24/10/2025) di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Pertandingan itu akan menjadi ujian penting apakah Green Force benar-benar bisa belajar dari kekalahan dan menekan jumlah kartu pelanggaran yang kerap muncul di setiap laga.
Eduardo Perez menyebut timnya punya waktu sekitar sepekan untuk berbenah dan mematangkan strategi. Ia menekankan analisis performa akan menjadi kunci agar kesalahan yang sama tidak terulang lagi di pertandingan berikutnya.
“Tentu saja kami akan menganalisis pertandingan tersebut. Kami perlu meningkatkan diri,” ujarnya menegaskan niat memperbaiki kondisi tim.
Di balik pernyataan optimistis itu, ada pekerjaan rumah besar yang belum terselesaikan sejak musim lalu.
Persebaya Surabaya masih kesulitan menjaga disiplin permainan, terutama saat tensi pertandingan meningkat dan emosi pemain mudah terpancing.
Musim ini, Persebaya Surabaya sudah mengoleksi 9 kartu kuning dan 2 kartu merah hanya dalam sembilan pertandingan. Nilai fair play mereka menyentuh angka 19, yang menandakan intensitas pelanggaran cukup tinggi di awal musim.
Kondisi tersebut membuat Green Force kembali mendapat sorotan. Para pemain dianggap belum mampu mengontrol diri di situasi genting, sehingga kartu demi kartu terus datang tanpa bisa dihindari.
Musim lalu, situasi ini juga menjadi cerita yang sama.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022