
Performa Persebaya Surabaya di kandang jadi sorotan utama Bonek. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com—Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya yang dulu dikenal sebagai benteng kokoh Persebaya Surabaya kini mulai kehilangan wibawa. Empat laga kandang di Super League 2025/2026 menjadi sorotan tajam karena Green Force tak lagi tampil sekuat biasanya di depan pendukung sendiri.
Terbaru, Persebaya Surabaya harus menelan kekalahan pahit 1-3 dari tamunya Persija Jakarta pada laga pekan ke-9, Sabtu (18/10) malam. Hasil itu menambah catatan minor di GBT yang kini tak lagi menakutkan bagi tim lawan.
Dalam pertandingan tersebut, Persebaya Surabaya tertinggal dua gol di babak pertama dan kesulitan menemukan ritme permainan terbaiknya. Pelatih Eduardo Perez mencoba mengubah arah laga dengan memasukkan Gali Freitas menggantikan Malik Risaldi demi menambah daya serang.
Perubahan itu sempat membawa harapan ketika Mihailo Perovic menjebol gawang Persija di awal babak kedua. Namun sorakan ribuan Bonek mendadak terhenti setelah wasit menganulir gol tersebut karena dianggap offside.
Persebaya Surabaya mencoba bangkit dan terus menekan pertahanan Persija lewat serangan cepat dari sisi sayap. Gali Freitas menjadi motor utama dengan beberapa percobaan tembakan jarak jauh, meski kiper Carlos Eduardo tampil gemilang menepis setiap ancaman.
Justru Persija yang sukses menambah keunggulan melalui titik putih setelah pelanggaran Catur Pamungkas di kotak penalti pada menit ke-73. Allano de Lima yang menjadi eksekutor menuntaskan tugasnya dengan tenang dan membawa Macan Kemayoran unggul 3-0.
Persebaya Surabaya baru bisa memperkecil ketertinggalan lewat sundulan Leo Lelis setelah memanfaatkan umpan sepak pojok Francisco Rivera di menit ke-77. Gol itu hanya menjadi penghibur karena hingga peluit akhir dibunyikan, skor 1-3 tak berubah.
Hasil tersebut membuat Persebaya Surabaya tertahan di posisi ketujuh klasemen sementara dengan 10 poin dari sembilan laga. Lebih mencolok lagi, dua dari empat laga kandang musim ini berakhir dengan kekalahan, sesuatu yang jarang terjadi di GBT dalam beberapa musim terakhir.
Dari empat pertandingan kandang itu, Persebaya Surabaya mencatat dua kemenangan dan dua kekalahan. Rata-rata poin di kandang hanya 1,5 per laga, dengan produktivitas 7 gol dan kebobolan 6 gol.
Rinciannya, Persebaya Surabaya kalah 0-1 dari PSIM Jogjakarta, menang 5-2 atas Bali United, menang tipis 1-0 atas Semen Padang, dan kalah 1-3 dari Persija Jakarta. Dari catatan tersebut, hanya saat menghadapi Bali United Green Force benar-benar tampil menggigit dan mendominasi penuh jalannya laga.
Sementara kemenangan atas Semen Padang dianggap sekadar ugly win karena permainan Persebaya Surabaya tidak terlalu meyakinkan. Meski meraih tiga poin, performa tim dinilai kurang konsisten dan cenderung kehilangan tempo di babak kedua.
Catatan ini membuat publik Bonek mulai resah dan mempertanyakan mental juang tim di kandang. Mereka berharap GBT kembali menjadi tempat yang membuat lawan gentar, bukan justru arena nyaman bagi tim tamu.
Penurunan performa kandang ini bisa menjadi alarm bagi Eduardo Perez untuk segera membenahi skema permainan. Apalagi, dukungan Bonek Mania di setiap laga kandang selalu luar biasa dan layak dibayar dengan penampilan yang lebih agresif serta determinatif.
GBT selama ini identik dengan atmosfer panas dan tekanan besar bagi tim tamu. Namun musim ini, aura tersebut seakan memudar ketika Persebaya Surabaya lebih banyak kesulitan mengembangkan permainan di hadapan suporternya sendiri.
Beberapa suporter menilai, masalah terbesar Persebaya Surabaya terletak pada transisi bertahan yang sering terlambat. Hal itu terlihat jelas saat melawan Persija, di mana lini belakang mudah ditembus melalui skema serangan balik cepat.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
