Diskusi PSIS. (Dok. IG @kepareng_wareng).
JawaPos.com - Di bawah guyuran hujan yang membasahi Kota Semarang, ratusan suporter PSIS Semarang tetap memadati area Lapangan Simpang Lima, Jumat malam (10/10/2025).
Mereka datang bukan untuk menyaksikan pertandingan, melainkan menghadiri forum terbuka bertajuk “Gerakan Selamatkan PSIS” yang digelar oleh Panser Biru, salah satu kelompok suporter PSIS Semarang.
Acara yang dimulai pukul 19.32 WIB itu menjadi ajang diskusi terbuka bagi para pecinta Laskar Mahesa Jenar yang tengah dilanda keprihatinan mendalam atas kondisi klub kesayangan mereka.
Tidak hanya anggota Panser Biru, berbagai elemen pendukung PSIS turut hadir, termasuk suporter dari luar Kota Semarang yang rela menembus hujan demi menunjukkan kepedulian terhadap nasib tim kebanggaan Jawa Tengah tersebut.
Ketua Panser Biru, Kepareng, sejatinya sudah menggaungkan semangat penyelamatan PSIS.
“Gerakan selamatkan PSIS, jaga api jangan padam,” tulis Wareng, sapaan akrabnya lewat akun Instagram @kepareng_wareng.
Suasana berlangsung hangat meski diwarnai nada kritis dan keprihatinan dari berbagai peserta yang ingin mencari solusi atas permasalahan yang sedang menimpa PSIS.
Wareng juga menyinggung hak-hak suporter yang diatur dalam Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional Nomor 11 Tahun 2022. Ia menilai bahwa suporter seharusnya mendapat perlindungan dari klub, bukan justru dimusuhi.
“Suporter wajib dilindungi klub (sekarang malah dimusuhi). Suporter mendapat kesempatan prioritas kalau klub menjual sahamnya. Kita menuntut hal ini malah dikatakan sok kaya. Wis awur-en, cah,” sambung Wareng.
Diskusi malam itu berfokus pada upaya mencari jalan keluar agar PSIS tidak semakin terpuruk di kompetisi Pegadaian Championship 2025 dan bisa kembali ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia.
Saat ini, Laskar Mahesa Jenar menempati posisi dasar klasemen Grup Timur dan terancam turun ke Liga 3 jika tidak segera berbenah.
Sejak terdegradasi dari Liga 1 musim lalu, PSIS memang tidak lepas dari berbagai persoalan internal.
Konflik antara pemilik saham, Yoyok Sukawi dan Junianto (yang kini diketahui menjadi pemilik Kendal Tornado FC), yang saat ini saham milik Junianto sebesar 30% dialihkan kepada adiknya Heri Sasonbko.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
