Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Oktober 2025, 03.38 WIB

Gerakan Selamatkan PSIS Menggema! Sambil Diguyur Hujan, Panser Biru Gelar Diskusi Terbuka

Diskusi PSIS. (Dok. IG @kepareng_wareng). - Image

Diskusi PSIS. (Dok. IG @kepareng_wareng).

JawaPos.com - Di bawah guyuran hujan yang membasahi Kota Semarang, ratusan suporter PSIS Semarang tetap memadati area Lapangan Simpang Lima, Jumat malam (10/10/2025).

Mereka datang bukan untuk menyaksikan pertandingan, melainkan menghadiri forum terbuka bertajuk “Gerakan Selamatkan PSIS” yang digelar oleh Panser Biru, salah satu kelompok suporter PSIS Semarang.

Acara yang dimulai pukul 19.32 WIB itu menjadi ajang diskusi terbuka bagi para pecinta Laskar Mahesa Jenar yang tengah dilanda keprihatinan mendalam atas kondisi klub kesayangan mereka.

Tidak hanya anggota Panser Biru, berbagai elemen pendukung PSIS turut hadir, termasuk suporter dari luar Kota Semarang yang rela menembus hujan demi menunjukkan kepedulian terhadap nasib tim kebanggaan Jawa Tengah tersebut.

Ketua Panser Biru, Kepareng, sejatinya sudah menggaungkan semangat penyelamatan PSIS.  

“Gerakan selamatkan PSIS, jaga api jangan padam,” tulis Wareng, sapaan akrabnya lewat akun Instagram @kepareng_wareng.

Suasana berlangsung hangat meski diwarnai nada kritis dan keprihatinan dari berbagai peserta yang ingin mencari solusi atas permasalahan yang sedang menimpa PSIS.

Wareng juga menyinggung hak-hak suporter yang diatur dalam Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional Nomor 11 Tahun 2022. Ia menilai bahwa suporter seharusnya mendapat perlindungan dari klub, bukan justru dimusuhi.

“Suporter wajib dilindungi klub (sekarang malah dimusuhi). Suporter mendapat kesempatan prioritas kalau klub menjual sahamnya. Kita menuntut hal ini malah dikatakan sok kaya. Wis awur-en, cah,” sambung Wareng.

Diskusi malam itu berfokus pada upaya mencari jalan keluar agar PSIS tidak semakin terpuruk di kompetisi Pegadaian Championship 2025 dan bisa kembali ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia.

Saat ini, Laskar Mahesa Jenar menempati posisi dasar klasemen Grup Timur dan terancam turun ke Liga 3 jika tidak segera berbenah.

Sejak terdegradasi dari Liga 1 musim lalu, PSIS memang tidak lepas dari berbagai persoalan internal.

Konflik antara pemilik saham, Yoyok Sukawi dan Junianto (yang kini diketahui menjadi pemilik Kendal Tornado FC), yang saat ini saham milik Junianto sebesar 30% dialihkan kepada adiknya Heri Sasonbko.

Belum lagi hubungan yang merenggang antara manajemen klub dengan dua kelompok suporter besar, Panser Biru dan Snex, yang menuntut manajemen lebih profesional dalam pengelolaan klub.

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore