Pemain PSIS Semarang memberikan applause di tengah tekanan suporter Mahesa Jenar. (Media PSIS)
JawaPos.com - PSIS Semarang kembali akan menggelar pertandingan kandangnya tanpa kehadiran penonton. Laskar Mahesa Jenar dijadwalkan menjamu PS Barito Putera pada lanjutan kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026, Sabtu (4/10/2025) malam pukul 19.00 WIB di Stadion Jatidiri, Kota Semarang.
Kabar ini disampaikan langsung melalui akun resmi Instagram klub @psisofficial. Dalam pengumuman tersebut, manajemen menegaskan bahwa laga melawan Barito Putera tetap berlangsung sesuai jadwal, namun tanpa penonton di stadion.
“Pertandingan lanjutan kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026 antara PSIS Semarang menghadapi PS Barito Putera akan berlangsung tanpa penonton,” tulis pernyataan resmi klub.
Keputusan ini segera menuai kritik keras dari kelompok suporter. Ketua Umum Panser Biru, Kepareng atau yang akrab disapa Wareng, melontarkan sindiran tajam melalui akun Instagram pribadinya @kepareng_wareng.
“Kalah pilwakot tanpa suporter, dibully penonton tanpa penonton terus sekarang yang kamu cari apa yok,” tulisnya.
Wareng bahkan menambahkan sindiran lain terkait kebijakan tersebut. “Besok pemain menggerutu apa mau bertanding tanpa pemain, lha tanpa yoyok kapan kwak?” tulisnya dalam unggahan berbeda, menyinggung manajemen yang dianggap tidak konsisten dalam mengambil keputusan.
Unggahan itu tak berhenti di situ. Wareng juga menyoroti kondisi tim yang sudah menelan tiga kekalahan beruntun. “3x kalah udah tanpa pelatih, besok kalau masih kalah mesti tanpa pemain terus tanpa yoyoke kapan?” tambahnya.
Situasi yang dihadapi PSIS memang sedang sulit. Dari tiga pertandingan terakhir, Mahesa Jenar selalu menelan kekalahan. Hasil buruk itu membuat mereka terpuruk di dasar klasemen sementara Pegadaian Championship musim ini.
Kondisi ini semakin memprihatinkan jika ditambah dengan pertandingan yang digelar tanpa penonton.
Padahal, peran suporter menjadi energi tambahan bagi para pemain di lapangan, terutama saat tim dalam performa negatif.
PSIS membutuhkan dukungan suporter untuk mengangkat mental dan semangat pemain. Jika konflik internal antara manajemen dan suporter dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan performa tim akan semakin menurun bahkan bisa terancam degradasi ke Liga 3.
Menggelar pertandingan tanpa penonton bisa menjadi bumerang bagi klub. Selain berkurangnya dukungan moril, PSIS juga akan kehilangan pemasukan dari penjualan tiket.
Lebih jauh, jika hubungan antara manajemen dan suporter akan semakin memburuk, risiko degradasi ke liga yang lebih rendah semakin terbuka. Bahkan, tak sedikit yang menilai konflik ini bisa menggerus identitas klub yang dikenal sebagai salah satu tim yang memiliki basis pendukung fanatik di Semarang dan sekitarnya.
Hingga kini, manajemen PSIS belum memberikan penjelasan lebih detail mengenai alasan pertandingan tanpa penonton. Pihak klub hanya menyampaikan pengumuman singkat lewat media sosial tanpa keterangan tambahan.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
