
Kendal Tornado FC. (ig @kendaltornado_fc)
JawaPos.com-Kendal Tornado FC melayangkan protes resmi kepada Departemen Wasit PSSI. Mereka merasa dirugikan dalam laga pekan kedua Pengadaian Championship melawan Persela Lamongan.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Minggu (21/9) itu berakhir dengan skor 0-0. Namun, hasil imbang tersebut menyisakan kekecewaan besar bagi Laskar Badai Pantura.
Pasalnya, gol Patrick Cruz di menit ke-41 dianulir setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR). Jika gol tersebut sah, Kendal Tornado FC berpeluang besar mengamankan tiga poin penuh di pertandingan kandang pertamanya.
Melalui akun Instagram resmi @kendaltornado_update, manajemen klub mengumumkan telah mengirimkan surat protes kepada PSSI pada Senin (22/9). Surat tersebut menyoroti keputusan wasit Louis Ridho Muhammad dan kinerja wasit VAR Yoko Supriyanto.
“Surat secara resmi sudah kami kirim ke PSSI setelah pertandingan,” ujar manajer Kendal Tornado FC Heri Sasongko dikutip dari akun Instagram @kendaltornado_update.
Heri menilai pembatalan gol Patrick Cruz tidak disertai alasan yang jelas. Wasit utama sempat mengesahkan gol, namun pada menit ke-42 VAR justru memanggil wasit untuk meninjau ulang.
“Dalam tayangan video, tidak ada pelanggaran fatal yang mengganggu penjaga gawang. Aneh, setelah itu gol dibatalkan tanpa penjelasan detail. Wasit hanya memberi kode cancel gol,” jelas Heri.
Keputusan tersebut memicu tanda tanya besar dari pihak Kendal Tornado FC. Heri menegaskan bahwa keberadaan VAR seharusnya membantu wasit dalam mengambil keputusan lebih akurat, bukan justru menimbulkan kontroversi baru.
“Seharusnya VAR bisa memperkuat keputusan wasit. Tapi kali ini terasa seperti intervensi yang merugikan tim kami,” tambah Heri.
Heri berharap kasus seperti ini tidak kembali terjadi di kompetisi nasional. Dia menekankan bahwa protes ini bukan sekadar untuk kepentingan klub, melainkan demi perkembangan sepak bola Indonesia yang lebih baik.
“Demi kemajuan sepak bola Indonesia, kami mengajukan protes agar ini menjadi yang terakhir. Bukan hanya bagi Kendal Tornado, tapi juga semua peserta Pengadaian Championship,” tegas Heri.
Pertandingan antara Kendal Tornado FC dan Persela Lamongan sebenarnya berlangsung cukup sengit. Kedua tim sama-sama menciptakan peluang, namun tumpul di penyelesaian akhir. Gol Patrick Cruz menjadi momen paling krusial sebelum akhirnya dianulir.
Di tribun, banyak suporter Kendal Tornado terlihat kecewa setelah keputusan tersebut. Beberapa bahkan meluapkan kekesalan di media sosial dengan menyoroti kualitas wasit dan penggunaan teknologi VAR.
Meski demikian, suasana pertandingan relatif kondusif hingga akhir laga. Kedua tim harus puas berbagi satu poin, meski rasa tidak puas jelas terpancar dari kubu tuan rumah.
Kini, bola panas berada di tangan Departemen Wasit PSSI. Surat protes resmi Kendal Tornado FC diharapkan dapat ditindaklanjuti secara serius, mengingat penggunaan VAR di Indonesia masih menjadi sorotan publik.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
