
Bruno Moreira saat tandang ke markas Persib Bandung di pekan ke-5 Super League 2025/2026. (Media Persebaya)
JawaPos.com—Sudah 21 tahun lamanya Persebaya Surabaya menunggu gelar juara Liga Indonesia sejak terakhir kali mengangkat trofi pada 2004. Kini, harapan besar kembali menyala bersama sosok winger Brasil, Bruno Moreira Soares, yang menjadi motor serangan Green Force di musim 2025/2026.
Kehadiran Bruno seperti menghadirkan romantisme baru yang layak disandingkan dengan ambisi meraih trofi. Permainan memikat dan loyalitasnya membuat Persebaya Surabaya percaya diri bersaing di papan atas Super League.
Bruno bukanlah nama asing bagi Green Force. Pemain kelahiran Cajamar, Brasil, 8 April 1999 itu sudah pernah berseragam Persebaya Surabaya pada musim 2021/2022 sebelum sempat hijrah ke luar negeri.
Dia kembali ke Surabaya pada 1 Juli 2023 dengan kontrak jangka panjang hingga April 2026. Keputusan itu menjadi sinyal dirinya siap membangun era kejayaan baru bersama tim kebanggaan Arek-Arek Suroboyo.
Sejak pulang, performa Bruno semakin matang dengan pengalaman bermain di Korea Selatan dan Liga 2 Yunani. Persebaya Surabaya mendapatkan bukan hanya skill, tetapi juga kematangan mental yang dia bawa dari karir internasionalnya.
Musim lalu, dia bahkan tampil sebagai top skor klub dengan catatan dua digit gol. Sebuah prestasi yang mengukuhkannya sebagai salah satu pemain paling vital di tubuh Green Force.
Julukan raja gocek tak berlebihan untuknya. Dribbling mematikan dan kelincahannya kerap membuat bek lawan frustrasi menghadang.
Dengan tinggi 178 cm dan kemampuan kaki dominan kanan maupun kiri, Bruno punya fleksibilitas luar biasa. Dia bisa ditempatkan sebagai sayap kiri, sayap kanan, maupun gelandang serang dengan sama efektifnya.
Pelatih Eduardo Perez pun kerap menyesuaikan strategi untuk memaksimalkan peran Bruno. Umpan-umpan terukur dan pergerakannya di sisi sayap menjadi pembuka ruang bagi striker Persebaya Surabaya.
Dalam 96 penampilannya bersama Green Force, Bruno sudah mencatatkan 29 gol dan 11 assist. Kontribusi ini semakin menunjukkan perannya sebagai penggerak utama serangan.
Tak hanya tajam, Bruno juga pekerja keras. Dia disiplin dalam latihan dan menjadi panutan bagi pemain muda Persebaya Surabaya untuk menjaga kondisi fisik maupun mental.
Integritas itu membuatnya tak hanya diidolakan suporter, tapi juga dihormati rekan setim. Di ruang ganti, Bruno bahkan kerap berperan sebagai motivator yang membakar semangat bertanding.
Kini dia menjelma sebagai kapten resmi yang memberi teladan dalam setiap laga. Fokusnya hanya satu, membawa Persebaya Surabaya meraih kemenangan di setiap pertandingan krusial.
“Dua pertandingan terakhir sangat penting, sekarang fokus kami hanya menang,” tegas Bruno dalam sesi jelang laga.
Ucapan itu mencerminkan determinasi yang dia bawa untuk tim. Nilai pasarnya kini mencapai Rp 6,52 miliar, sebuah angka yang mencerminkan kualitas sekaligus konsistensi. Namun, bagi suporter, yang lebih berharga adalah loyalitasnya terhadap Green Force.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
