Rizky Ridho dan Beckam Putra berfoto bersama selesai pertandingan. (Instagram @infootball.idn)
JawaPos.com - Setelah laga uji coba Timnas Indonesia melawan Taiwan, perhatian netizen tak hanya tertuju pada skor atau performa di lapangan. Salah satu momen yang mencuri perhatian publik sepak bola justru datang dari kolom komentar Instagram dua pemain muda yang sedang naik daun, Rizky Ridho dan Beckham Putra.
Ridho, bek tangguh asal Surabaya yang kini membela Persija Jakarta, dan Beckham, gelandang kreatif dari Bandung yang berseragam Persib, menunjukkan sisi lain dari rivalitas klasik Persija vs Persib. Di lapangan, mereka tentu mewakili rivalitas sengit antara dua klub besar Indonesia. Tapi, di media sosial, mereka malah saling melempar komentar jenaka yang memperlihatkan chemistry yang hangat dan akrab.
Dalam salah satu unggahan Ridho, Beckham menulis komentar dalam bahasa Jawa: “konco kamar elek!” yang bisa diterjemahkan sebagai ejekan bercanda ala teman sekamar.
Balasan Ridho pada salah satu post di akun Beckham justru menggunakan bahasa Sunda: “babaturan sa kamar goreng patut” yang memiliki nuansa humor serupa.
Selain rivalitas Maung Bandung dan Macan Kemayoran, salah satu hal yang menggelitik netizen adalah pertukaran bahasa daerah ini, mengingat mereka memang satu kamar ketika Timnas bermain di Surabaya pada FIFA Matchday.
Momen ini bukan sekadar basa-basi di media sosial. Sebelumnya, video yang tersebar sempat memperlihatkan Ridho bingung ketika Beckham sedang melakukan panggilan telepon menggunakan bahasa Sunda di kamar. Reaksi Ridho yang tampak heran, seakan tidak paham apa yang Beckham bicarakan, justru menambah bumbu humor di antara mereka.
Keakraban Ridho dan Beckham menjadi contoh nyata bahwa rivalitas klub tidak harus memengaruhi hubungan personal pemain. Ridho dengan latar belakang Jawa dari Surabaya, dan Beckham dengan darah Sunda dari Bandung, memperlihatkan bahwa perbedaan suku dan budaya justru bisa memperkuat chemistry di dalam tim. Mereka bisa saling bercanda, saling mendukung, dan tetap kompak ketika bermain untuk timnas.
Selain itu, interaksi mereka di media sosial seakan mengajak seluruh suporter untuk memiliki ikatan persahabatan meski berasal dari klub yang berbeda. Sisi ringan seperti ini sering terlupakan oleh banyak penggemar yang terlalu fokus pada rivalitas.
Tidak hanya memberi hiburan bagi penggemar, momen ini juga menekankan pentingnya ikatan tim. Ridho dan Beckham menunjukkan bahwa chemistry tidak dibangun hanya di lapangan, tapi juga melalui kebersamaan sehari-hari, satu kamar, percakapan ringan, hingga guyonan bahasa daerah.
Rivalitas di lapangan bisa tetap panas, tapi di luar, Ridho dan Beckham membuktikan bahwa Persija dan Persib bisa berteman. Bahkan, bahasa daerah yang berbeda justru menjadi alat untuk mempererat persahabatan, bukan memisahkan. Semoga ini memantik suporter untuk membuat sepak bola Indonesia semakin maju.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
