
Pemain BRI Super League mendominasi skuad Timnas Indonesia U-23. (gue.jak)
JawaPos.com-Timnas Indonesia U-23 akan segera melakoni babak kualifikasi AFC U-23 Asian Cup 2025 Arab Saudi. Gelaran kualifikasi ini dimulai pada 3—9 September di Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur.
Dari 23 nama yang dipanggil, terdapat 22 nama yang bermain di BRI Super League. Artinya 95 persen punggawa Garuda Muda dihuni pemain yang bermain di liga teratas Indonesia. Hanya Dion Markx yang bermain di Top Oss (Liga 2 Belanda).
"Ada pemain-pemain yang baik. Begitu mereka di klubnya masing-masing, tapi mereka tidak bermain. Ada pemain yang bisa bermain tiga permainan di Timnas Indonesia U-23, tapi di klubnya hanya bermain 40 menit," kata Gerald Vanenburg.
Selain dari permasalahan cedera dan izin klub pemain yang berada di luar negeri, pemanggilan pemain ini juga berdasar performa ketika pemain berada di klub.
"Kalau tidak bermain, kondisi fisik dan kualitas pemain akan turun. Jadi itu penting, bagi klub memberikan peluang kesempatan bermain, supaya mereka juga level up dari sisi pertandingan. Ini sangat susah dan itu kendala bagi kita," tambah pelatih asal Belanda ini.
Goalkeepers
Defenders
Wingers
Midfielders
Forwards
Pemain muda yang bermain di BRI Super League tidak semua datang dengan menit bermain yang tinggi. Data dari Liga 1 Match menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan menit bermain punggawa asuhan Gerald Vanenburg yang bermain di BRI Super League.
Cahya Supriadi (270 menit), Toni F (237 menit), Kakang (202 menit), hingga M. Ferrari (180 menit) cukup banyak mendapatkan menit bermain dan rutin tampil bersama klub. Sementara itu, nama-nama lain seperti Dony Tri (7 menit) dan Robi Darwis (12 menit) datang dengan minim menit bermain serta pengalaman bermain di liga yang terbatas.
Kondisi ini menjadi tantangan bagi pelatih Gerald dalam meramu tim. Meski begitu, mayoritas skuad sudah mencicipi kompetisi level tertinggi dan membawa pengalaman bermain untuk timnas pada event-event sebelumnya.
Diharapkan mampu tampil percaya diri menghadapi ketatnya persaingan di Asia, mengingat untuk bisa lolos Piala Asia, Indonesia harus menjadi juara grup, atau menjadi runner-up terbaik.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
