
Bonek kirim pesan untuk jogo Suroboyo. (Instagram @greennord.27)
JawaPos.com—Pesan kuat datang dari suporter Persebaya Surabaya, Bonek. Mereka menyerukan agar seluruh warga menjaga kota tercinta, Surabaya, dari kepentingan politik kotor dan angkara murka.
Melalui akun Instagram @greennord.27, suara lantang itu disampaikan dengan penuh emosi. Wani Jogo Suroboyo, begitu kalimat singkat yang jadi pegangan arek-arek Bonek.
Bonek mengakui kondisi negara memang sedang tidak baik-baik saja. Mereka melihat banyak kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada wong cilik.
Mereka juga menilai ketidakadilan semakin dipertontonkan penguasa. Penindasan kepada rakyat jelata membuat amarah publik semakin membara.
Namun, di tengah kekecewaan itu, Bonek tidak ingin Surabaya jadi korban. Mereka menolak keras jika Kota Pahlawan diacak-acak, apalagi dibakar karena kepentingan kelompok tertentu.
"Kami akui, kalau negara ini sedang tidak baik baik saja. Kami juga tidak pungkiri kalau banyak kebijakan pemerintah yang tidak berpihak ke wong cilik. Kami juga tidak membantah bila penindasan dan ketidakadilan kepada sang jelata sedang dipertontonkan oleh penguasa. Kami juga marah!!" tulis Green Nord 27.
Baca Juga: Laga Super League Ditunda! Persebaya Surabaya Segera Putuskan Program Persiapan Laga Berikutnya
Mereka menegaskan meski marah pada kondisi negara, kota sendiri tetap harus dijaga.
“Tapi, kami juga tidak rela kota kami diacak-acak apalagi dibumihanguskan. Kami tidak mau kota kami menjadi korban kemarahan angkara murka dari politik kotor dan kepentingan kelompok. Surabaya adalah rumah kita bersama, mari kita jaga sama - sama," imbuhnya.
"Salam Satu Nyali... Wani!" tandas seruan khas Bonek. yang menegaskan identitas dan keberanian mereka menjaga Surabaya.
Pesan ini muncul setelah demonstrasi besar yang mengguncang Surabaya. Aksi unjuk rasa memuncak pada Sabtu (30/8) malam.
Massa berkumpul di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. Mereka menuntut pembebasan sejumlah orang yang sebelumnya diamankan polisi saat demo di Polrestabes Surabaya.
Situasi yang awalnya terkendali berubah panas menjelang tengah malam. Api terlihat membakar sisi barat Gedung Grahadi sekitar pukul 21.50 WIB. Sebagian massa bahkan bertindak anarkis. Beberapa barang seperti karpet, meja, hingga printer dilaporkan dijarah dari dalam gedung.
Kondisi itu membuat Surabaya mencekam. Aparat keamanan terpaksa memperketat penjagaan di pusat kota untuk meredam aksi lebih lanjut.
Bonek menyadari gejolak politik dan kekecewaan masyarakat memang nyata. Tetapi mereka menolak jika Surabaya menjadi sasaran kemarahan tanpa arah.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
