Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Agustus 2025 | 05.00 WIB

Saddil Ramdani Tanggapi Kritik Bobotoh Usai Persib Bandung Dikalahkan Persijap Jepara

Saddil Ramdani akhirnya angkat bicara setelah muncul banjir kritik dari para Bobotoh. (Dok. Instagram) - Image

Saddil Ramdani akhirnya angkat bicara setelah muncul banjir kritik dari para Bobotoh. (Dok. Instagram)

JawaPos.com - Rekrutan anyar Persib Bandung, Saddil Ramdani, akhirnya angkat bicara setelah muncul banjir kritik dari para Bobotoh. Kritik tajam ini mengalir deras menyusul kekalahan memalukan Maung Bandung dari tim promosi Persijap Jepara dalam laga pekan kedua Super League 2025/2026.

Melalui akun Instagram pribadinya, pemain berusia 25 tahun yang pernah memperkuat Persela Lamongan itu merespons dengan sikap dewasa. Saddil sendiri bermain dari awal babak kedua, menggantikan Beckham Putra.

"Thanks buat kritik dan masukannya, tentu kami akan belajar dari hal ini dengan baik," ujar Saddil, Rabu (20/8).

Respons ini menjadi sorotan setelah Persib harus menelan pil pahit kekalahan 1-2 dari Persijap di Stadion Gelora Bumi Kartini, Senin (18/8/2025). Diketahui, sebelum melawat ke Jepara, anak asuh Bojan Hodak menjalani play-off AFC Champions League (ACL) Two 2025/26 dengan menghadapi Manila Digger, pada pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu, 13 Agustus 2025 itu, Marc Klok dan kolega berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-1.

Kekalahan dari tim promosi Persijap memang pantas memicu kemarahan bobotoh. Bagaimana tidak, sebagai juara bertahan, Persib seharusnya mampu menguasai tim yang baru kembali ke Super League setelah 11 tahun absen. Namun realitanya, mereka justru dipermainkan di kandang lawan.

Hasil mengejutkan ini terjadi di Stadion Gelora Bumi Kartini ketika Persijap berhasil mengalahkan rombongan Maung Bandung. Tim asuhan Mario Lemos tampil dengan strategi berani dan agresif yang pada akhirnya membuahkan hasil manis.

Sepanjang pertandingan, Persijap menerapkan permainan spartan dengan pressing tinggi dan tidak segan melakukan pelanggaran keras ketika situasi berbahaya. Gaya permainan agresif ini membuat mereka mengoleksi empat kartu kuning, namun tetap mempertahankan intensitas tinggi.

"Menurut saya dengan tim yang kami miliki, kami harus berjuang. Kami harus menjadi tim yang agresif. Tentu saja (kartu-kartu kuning itu) mungkin terlalu banyak," ungkap pelatih Persijap, Mario Lemos, dalam konferensi pers pasca pertandingan.

Drama sesungguhnya terjadi di penghujung pertandingan. Setelah Persib berhasil menyamakan kedudukan 1-1 melalui tendangan penalti Uilliam Pereira, situasi berubah drastis hanya dalam hitungan menit.

Kesalahan fatal terjadi ketika lini belakang Persib gagal mengkoordinasikan perangkap offside. Situasi kacau ini dimanfaatkan sempurna oleh Sudi Abdallah yang berada dalam posisi bebas dan langsung membobol gawang Persib untuk kemenangan 2-1 Persijap.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, tampak sangat frustrasi dengan kesalahan timnya. "Jika Anda ingin menang, Anda tidak bisa membiarkan gol kedua yang bodoh itu terjadi. Setelah kami menyamakan kedudukan, tidak ada kata-kata tepat untuk menjelaskan bagaimana gol kedua yang bodoh itu terjadi," keluhnya.

Di sisi sebaliknya, kemenangan ini memiliki makna luar biasa bagi Persijap. Selain sebagai kemenangan perdana mereka di Super League setelah 11 tahun, mereka juga berhasil mengalahkan juara bertahan.

"Saya sangat bangga dengan para pemain, apalagi Persijap tim baru di Super League. Kami menang dengan tiga poin. Meski Persib sempat menyamakan kedudukan jadi 1-1, kami bisa bangkit. Luar biasa," puji Mario Lemos kepada anak asuhnya.

Kekalahan memalukan ini langsung memicu gelombang kritik dari berbagai pihak, terutama dari suporter fanatik Persib. Sebagai pemain baru, Saddil Ramdani menjadi salah satu target utama kemarahan bobotoh yang merasa kecewa dengan performa tim kesayangannya.

Namun, respons Saddil melalui media sosial menunjukkan karakter dan mentalitas yang patut diapresiasi. Alih-alih membela diri atau mencari kambing hitam, ia justru menerima kritik dengan lapang dada dan berjanji untuk terus belajar.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore