
Pertandingan PSIM Yogyakarta vs Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026). (Dok. PSIM Yogyakarta)
Jawapos.com - PSIM Yogyakarta sukses mengamankan tiga poin perdana dalam perjalanan debutnya di kasta tertinggi Liga Indonesia. Pelatih Laskar Mataram Jean-Paul Van Gastel mengungkap kunci timnya kalahkan Persebaya Surabaya.
PSIM Yogyakarta memulai perjalanannya di Super League 2025/2026 dengan meraup poin penuh dari kandang Green Force di Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (8/8) kemarin.
Rafinha, dkk. mampu tampil solid dan menceploskan satu gol yang mengunci kemenangan. Gol semata wayang tersebut lahir dari aksi Ezequiel Vidal di masa injury time (90+2) yang menuntaskan assist dari Dede Sapari.
PSIM Yogyakarta merupakan satu-satunya tim promosi yang mampu mengais tiga poin di pekan pertama Super League 2025/2026.
Dua tim promosi lainnya mendapat hasil yang berbeda. Bhayangkara FC takluk di tangan Borneo FC dan Persijap Jepara mesti puas berbagi angka dengan PSM Makassar.
Van Gastel mengaku senang dengan penampilan timnya di laga ini. Langkah yang baik bagi Laskar Mataram ini ia pastikan harus terus dilanjutkan setiap pekannya.
"Kami sangat senang bisa meraih kemenangan di laga perdana. Saya ingin melihat tim kami bermain dengan standar ini setiap minggunya," ucap pelatih asal Belanda tersebut selepas laga.
Sejak awal, Van Gastel telah menekankan pada anak asuhnya terkait perbedaan intensitas laga di Super League dan kasta bawahnya. Dirinya menyadari timnya butuh adaptasi ketika mentas di kompetisi teratas.
Hal tersebut tampak dari hasil pramusim PSIM Yogyakarta yang minor. Termasuk saat kalah telak 6-0 dari Bali United di laga uji coba (26/7).
Van Gastel menyebut ketika persiapan di pramusim, ia masih melakukan bongkar pasang skuad dan fokus pada peningkatan fisik.
"Pramusim fokus pada peningkatan fisik dan pengembangan permainan, tapi sekarang kami berada di level Super League. Standar dan intensitas jauh lebih tinggi dibanding Liga 2 tahun lalu," terang pelatih asal Belanda itu.
Secara khusus, Van Gastel juga memuji penampilan barisan pertahanan timnya yang sukses mencatatkan clean sheet pertama di musim ini.
Menurutnya, kedisplinan tersebut yang membuat tim tuan rumah kesulitan membobol gawang Laskar Mataram.
"Pertahanan kami cukup solid meski ada pergantian pemain di babak kedua. Kami melewatkan beberapa peluang, tapi akhirnya Vidal bisa mencetak gol kemenangan," sambungnya.
"Pertandingan ini sulit, terutama karena ini laga perdana musim ini dan persiapan pramusim kami terbatas. Namun, kerja keras dan kerjasama tim menjadi kunci utama kemenangan hari ini (Jumat, 8/8)," tandas Van Gastel.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
