
Ezequiel Vidal berduel dengan kapten Persebaya Surabaya Bruno Moreira. (Dok. Media Persebaya)
JawaPos.com—PSIM Jogjakarta benar-benar ketiban durian runtuh di pekan perdana Super League 2025/2026. Klub berjuluk Laskar Mataram itu langsung mendapatkan keuntungan besar setelah kedatangan Ezequiel Vidal, yang menjadi mimpi buruk bagi Persebaya Surabaya.
Laga di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8) malam WIB, menjadi panggung pembuktian pemain asal Argentina tersebut. Vidal bukan hanya memberi warna di lini serang, tetapi juga memastikan PSIM Jogjakarta pulang dengan tiga poin berharga.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, duel berlangsung panas dan intens. Kedua tim saling jual beli serangan, sementara lini pertahanan tampil kokoh hingga membuat peluang emas sulit tercipta.
Persebaya Surabaya yang tampil di hadapan ribuan Bonek Mania mencoba menguasai jalannya pertandingan. Namun, PSIM Jogjakarta menunjukkan permainan disiplin dan sabar menunggu celah untuk menusuk ke jantung pertahanan lawan.
Memasuki injury time babak kedua, drama besar pun terjadi. Tepat pada menit 90+2’, Vidal berhasil memecah kebuntuan melalui sundulan mematikan.
Berawal dari umpan matang Dede Sapari dari sisi sayap, Vidal yang lepas dari kawalan langsung menanduk bola ke gawang Persebaya Surabaya. Kiper Green Force tak mampu bereaksi cepat dan bola pun bersarang di jala.
Gol itu sontak membungkam publik tuan rumah dan membuat para pemain PSIM Jogjakarta larut dalam euforia. Kemenangan 1-0 tersebut menjadi start manis untuk klub yang musim ini tampil perdana di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Vidal pantas disebut sebagai pahlawan kemenangan PSIM Jogjakarta di laga tersebut. Sepanjang 90 menit dia menjadi momok bagi barisan belakang Persebaya Surabaya, bukan hanya lewat gol tetapi juga pergerakannya yang merepotkan.
Statistik mencatat Vidal berhasil mencatat 23 operan sukses, yang banyak di antaranya menjadi kunci serangan PSIM Jogjakarta. Pergerakan tanpa bola dan kecerdikannya dalam membaca situasi membuat lini belakang Green Force terus berada dalam tekanan.
Adaptasi Vidal di PSIM Jogjakarta terbilang instan. Tidak heran, sebab sang gelandang serang sudah mengenal atmosfer Liga Indonesia ketika membela Persita Tangerang pada 2022-2024.
Bersama Persita, Vidal membukukan 17 gol dan 14 assist dari 63 pertandingan. Catatan tersebut membuktikan naluri menyerang dan kontribusinya bukan sekadar wacana.
PSIM Jogjakarta tampaknya tak salah mengambil keputusan untuk mendatangkan Vidal di musim ini. Pengalaman dan kualitasnya langsung teruji di laga penting melawan salah satu tim kuat Super League.
Selain jago mencetak gol, Vidal dikenal memiliki keberanian melakukan aksi individu. Dribelnya kerap mengecoh lawan, sementara umpannya sering berubah menjadi peluang matang bagi rekan setim.
Julukan Pulga yang disandangnya bukan sekadar nama panggilan manis. Dia benar-benar lincah, sulit dibendung, dan punya insting predator di depan gawang.
Kehadiran Vidal membuat serangan PSIM Jogjakarta terasa lebih hidup dan variatif. Hal ini menjadi modal penting bagi Laskar Mataram untuk bersaing di papan atas musim ini.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
