Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Agustus 2025 | 15.59 WIB

4 Klub Super League 2025/2026 Tunggak Gaji Pemain Rp 4,3 Miliar, Jelang Kick-off Kompetisi!

PSSI, NDRC, APPI, dan I.League berkomitmen menciptakan ekosistem kompetisi yang sehat, adil, dan bertanggung jawab. (Instagram @pt_lib)

JawaPos.com — Menjelang kick-off Super League 2025/2026 yang akan digelar Jumat (8/8/2025), kabar mengejutkan datang dari tubuh kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia. Sebanyak empat klub tercatat masih menunggak gaji para pemainnya dengan total mencapai Rp 4,3 miliar.

Hal ini diungkap langsung oleh Wakil Presiden Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), Achmad Jufriyanto, dalam jumpa pers di Jakarta. Ia menyampaikan total tunggakan itu berasal dari 15 pemain yang haknya belum juga dipenuhi oleh klub-klub tersebut.

"Untuk kasus di Liga 1 yang ada di kita itu tiga tim masih dalam proses korespondensi, satu tim sudah diproses di NDRC (National Dispute Resolution Chamber) dengan total pembayaran Rp 4,3 miliar," ujar Jufriyanto, dikutip dari Antara, Kamis (7/8/2025).

Ia menambahkan proses komunikasi masih berlangsung dengan beberapa klub, namun satu kasus sudah resmi masuk ke jalur penyelesaian sengketa.

Sayangnya, hingga saat ini identitas keempat klub Super League yang menunggak gaji itu belum diungkap ke publik.

Meski begitu, isu ini tentu menjadi sorotan besar karena mencoreng citra profesionalisme menjelang dimulainya musim baru.

Skandal tunggakan gaji ini memicu kekhawatiran akan keberlangsungan karier para pemain yang semestinya dilindungi hak-haknya.

APPI pun mengingatkan klub-klub agar lebih bertanggung jawab dalam memenuhi kewajiban finansial mereka.

Bukan hanya di kasta tertinggi, persoalan serupa juga terjadi di Liga 2 yang musim ini berganti nama menjadi Championship. Jufriyanto menyebutkan total tunggakan gaji di Liga 2 mencapai Rp 3,6 miliar.

Di Championship, dua klub sedang melakukan korespondensi dengan APPI, sementara tujuh lainnya telah masuk jalur penyelesaian di NDRC.

Jumlah ini menunjukkan problem gaji pemain menjadi persoalan serius di hampir semua level kompetisi.

"Di Liga 2 itu ada dua tim yang masih dalam korespondensi dengan kita, tujuh tim masuk NDRC dengan total pembayaran yang belum diselesaikan Rp 3,6 miliar," lanjut Jufriyanto.

Ia menyayangkan kondisi ini karena bisa mempengaruhi semangat pemain dalam menjalani kompetisi.

Kondisi yang lebih memprihatinkan bahkan terjadi di Liga 3. Meski levelnya di bawah, total tunggakan gaji yang tercatat mencapai Rp 2,5 miliar.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore