
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Pemerintah memastikan pembayaran gaji manajer Koperasi Merah Putih selama dua tahun tidak akan menambah defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kebutuhan anggaran tersebut akan diambil dari pos pembiayaan Koperasi Merah Putih yang belum terpakai.
Menurut Purbaya, sebelumnya pemerintah telah menyiapkan skema pembiayaan sekitar Rp 40 triliun per tahun untuk pembangunan 80 ribu unit Koperasi Merah Putih melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Namun, sebagian dana tersebut disebut belum terserap sepenuhnya.
“Udah, kita harus bayar selama 2 tahun. Itu dari pos tagihan dari dana kopdesnya belum kepake, masukin ke situ dulu,” ujar Purbaya dalam media briefing di Kementerian Keuangan, Senin (11/5).
Ia menegaskan pemerintah tidak membuka pos anggaran baru untuk membayar gaji para manajer koperasi tersebut. Karena itu, menurut dia, kebijakan tersebut tidak akan memperlebar defisit APBN.
“Jadi, enggak ada tambahan dana baru ke APBN, enggak ada tambahan defisit baru. Karena sudah dialokasikan di situ,” tambahnya.
Purbaya menjelaskan, skema pembiayaan yang telah disiapkan sebelumnya memang ditujukan untuk mendukung operasional dan pengembangan Koperasi Merah Putih. Dari total kebutuhan pembiayaan yang diperkirakan mencapai Rp 40 triliun, masih terdapat ruang anggaran yang belum digunakan.
“Pembiayaan himbara atau mereka kalau bilang itu cicilannya kan itu harus Rp 40 triliun, berarti kan belum dipake semua kan. Akan disitu mungkin dipakai, APBN-nya dari situ,” tandasnya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan juga memastikan pemerintah akan menanggung gaji manajer Koperasi Desa Merah Putih melalui APBN selama dua tahun pertama.
“Yang udah dibahas di lintas kementerian. Untuk 2 tahun pertama itu akan diupayakan dari APBN,” kata Askolani usai konferensi pers APBN KiTA, Selasa (5/5).
Tak hanya gaji, biaya rekrutmen manajer koperasi juga disebut ditanggung pemerintah melalui anggaran kementerian/lembaga terkait, seperti Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kementerian PANRB, hingga Danantara.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
