
Pelatih Fisik Persebaya Shin Sang-gyu saat masih jadi pelatih fisik Timnas Korea Selatan U-23. (Media KFA)
JawaPos.com—Persebaya Surabaya akhirnya mengambil langkah tegas menyambut musim baru Super League 2025/2026. Penyakit lama yang berulang, yakni kebobolan di menit-menit akhir, membuat manajemen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fisik pemain.
Catatan statistik musim lalu menunjukkan betapa rentannya Persebaya Surabaya di menit tambahan waktu. Sebanyak lima gol bersarang di masa injury time, satu di babak pertama dan empat di babak kedua.
Situasi itu berdampak langsung pada hasil pertandingan, di mana Persebaya Surabaya kerap kehilangan poin yang seharusnya sudah di tangan. Bahkan tren positif yang dibangun sejak awal musim perlahan menghilang di paruh kedua kompetisi.
Tim yang sempat 8 pekan memuncaki klasemen di putaran pertama itu akhirnya harus puas finis di peringkat keempat. Sebuah penurunan performa yang cukup signifikan dan membuka mata aspek kebugaran perlu diperbaiki.
Manajemen pun bergerak cepat dan memutuskan mendatangkan pelatih fisik baru, Shin Sang-gyu. Nama yang tidak asing di sepak bola Indonesia karena pernah jadi bagian penting dari staf kepelatihan Timnas Indonesia di era Shin Tae-yong.
Kehadiran Shin Sang-gyu dipadukan dengan pelatih kepala Persebaya Surabaya, Eduardo Perez alias Coach Edu. Pelatih asal Spanyol itu juga punya pengalaman sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia era Luis Milla.
Menurut Direktur Operasional Persebaya Surabaya Candra Wahyudi keputusan menunjuk Shin Sang-gyu bukan tanpa pertimbangan panjang. Dari banyak nama yang masuk dalam daftar, akhirnya Shin menjadi pilihan final karena dianggap paling sesuai dengan kebutuhan tim.
Candra menjelaskan, dalam diskusi bersama Eduardo Perez, diketahui gaya permainan yang ingin dibangun membutuhkan dukungan fisik maksimal. Artinya, stamina dan daya tahan pemain harus bisa menyokong intensitas permainan tinggi sepanjang 90 menit bahkan lebih.
“Kalau ingin bermain seperti yang Coach Edu paparkan, maka harus ada pelatih fisik yang bisa menyediakan kondisi prima bagi pemain,” ujar Candra dikutip dari kanal Youtube Bola Bung Binder, Rabu (30/7).
“Dari situ muncul nama Shin yang memang punya track record bagus dan cocok dengan gaya main yang ingin dibangun,” imbuh dia.
Proses komunikasi berjalan lancar dan Shin Sang-gyu pun resmi bergabung. Hingga saat ini, sudah lebih dari satu bulan dia bekerja menangani fisik pemain Persebaya Surabaya.
Latihan fisik intensif yang dimulai sejak 23 Juni 2025 diklaim telah menunjukkan hasil positif. Para pemain terlihat lebih bugar dan siap menghadapi tekanan hingga menit akhir pertandingan.
Catatan kebobolan musim lalu memperjelas fisik memang menjadi persoalan utama Persebaya Surabaya.
Distribusi kebobolan Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia 2024/2025
Menit 1-15 kebobolan 6 gol, menit 16-30 kebobolan 7 gol, menit 31-45 kebobolan 6 gol. Menit 45+ kebobolan 1 gol, menit 46-60 kebobolan 2 gol, menit 61-75 kebobolan 7 gol. Di menit 76-90 kebobolan 5 gol, dan yang paling menyakitkan, menit 90+ kebobolan 4 gol.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
