Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Juli 2025 | 18.24 WIB

Tak Lagi Latih Persebaya Surabaya, Paul Munster Doakan Toni Firmansyah Main di Luar Negeri

Wonderkid Persebaya Surabaya Toni Firmansyah. (Media Persebaya) - Image

Wonderkid Persebaya Surabaya Toni Firmansyah. (Media Persebaya)

JawaPos.com—Paul Munster resmi tidak lagi menjadi pelatih Persebaya Surabaya usai kontraknya berakhir pada Mei 2025. Meski begitu, pelatih asal Irlandia Utara ini masih meninggalkan kesan mendalam, terutama terhadap pemain muda berbakat Toni Firmansyah.

Munster secara khusus mendoakan agar Toni bisa berkarier di luar negeri alias abroad. Dia menilai Toni punya potensi besar asal mendapat dukungan penuh dari keluarga dan lingkungan sekitar.

“Dia (Toni Firmansyah) pemain luar biasa,” ujar Munster dalam wawancara di kanal YouTube Sport77 pada Sabtu (26/7).

“Semua tergantung dirinya sendiri dan dukungan keluarga, saya doakan dia bisa main di luar negeri,” imbuh dia.

Munster dikenal punya perhatian besar terhadap talenta muda lokal selama menangani Persebaya Surabaya. Dalam dua musim, dia berhasil membawa Green Force bangkit dari keterpurukan hingga menembus papan atas.

Awalnya, Munster datang ke Persebaya Surabaya saat tim berada di posisi ke-12 klasemen Super League 2023/2024. Saat itu Persebaya Surabaya dalam tren negatif dan belum menang dalam 10 laga terakhir sebelum kedatangannya.

Pelatih berlisensi Pro UEFA itu mengaku awalnya sempat menolak tawaran melatih di Indonesia saat masih berada di Brunei. Namun, dia tertarik usai melakukan riset dan mendengar Persebaya Surabaya adalah klub besar dengan sejarah kuat.

Saat liburan di Bali, Munster pun akhirnya bertolak ke Surabaya untuk melakukan pertemuan dan presentasi ke manajemen klub. Dua hingga tiga hari kemudian, dia resmi dikontrak dan langsung kembali ke Brunei untuk mengemasi barang.

Menurut Munster, melatih Persebaya Surabaya tidak mudah karena tekanan suporter dan ekspektasi sangat tinggi. Saat pertama kali datang, timnya bahkan tidak bisa dianggap memulai dari nol, tetapi dari angka sepuluh dari seratus.

Dia mengungkapkan harus menyusun strategi dengan skuad yang ada dan menyesuaikan gaya main karena kualitas beberapa pemain belum sesuai standar. Munster juga menyadari tidak bisa memaksakan formasi 4-3-3 dengan intensitas tinggi di awal.

Musim pertama 2023/2024, Munster memimpin 12 pertandingan dengan raihan 16 poin dari 4 menang, 4 imbang, dan 4 kalah. Rata-rata poin yang diraih sebesar 1,33, namun cukup untuk menjauh dari zona degradasi.

Di musim berikutnya, 2024/2025, Munster mulai merombak besar-besaran komposisi tim. Banyak pemain lama dilepas dan diganti dengan pemain asing serta lokal yang sesuai dengan visinya.

Dia menyebut manajemen mendukung penuh perubahan itu dan memberikan anggaran yang cukup. Fokus utamanya adalah memperbaiki lini asing dan menambah kekuatan pemain lokal berkualitas.

Perubahan tersebut membuahkan hasil positif. Persebaya Surabaya tampil impresif di awal musim meski sempat terganggu badai cedera dan sanksi larangan bermain untuk beberapa pemain.

Namun, mereka mampu bangkit di akhir musim dan finis di posisi keempat klasemen Super League 2024/2025. Hasil ini memastikan Persebaya Surabaya lolos ke kompetisi Asia dan menjadi pencapaian tertinggi Munster bersama tim.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore