Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Juli 2025 | 05.54 WIB

Persib Bandung Kurang Garang di Piala Presiden 2025, Bojan Hodak Sebut Maung Perlu Belajar Banyak

Uilliam Barros saat berhadapan dengan pemain Dewa Uniter di Piala Presiden 2025. (Instagram @persib) - Image

Uilliam Barros saat berhadapan dengan pemain Dewa Uniter di Piala Presiden 2025. (Instagram @persib)

JawaPos.com - Persib Bandung mengalami hasil yang tidak memuaskan di Piala Presiden 2025, turnamen pramusim yang seharusnya menjadi ajang ideal untuk mencoba komposisi pemain baru setelah exodus besar-besaran yang terjadi pasca meraih gelar juara Liga 1 musim lalu.

Diketahui, seluruh pemain asing seperti David da Silva hingga Tyronne del Pino sudah tak lagi menjadi asuhan Bojan Hodak.

"Saya pikir kami sudah lebih baik dari sebelumnya. Tapi, yang pasti kami harus banyak belajar lagi dari setiap pertandingan, termasuk pertandingan malam ini," kata Bojan Hodak dilansir dari Persib.

Maung Bandung, yang kini dipenuhi wajah-wajah seperti Saddil Ramdani hingga William Marcilio, tampak masih mencari formulasi yang tepat di ajang persiapan ini. Hasil yang diperoleh - kekalahan 0-2 dari Port FC dan hasil imbang 1-1 melawan Dewa United - memang tidak ideal, namun bisa dipahami mengingat kondisi tim yang sedang dalam transisi besar.

Kini Persib hanya bisa berharap lolos ke duel perebutan tempat ketiga, sebuah posisi yang dalam konteks turnamen pramusim ini lebih berfungsi sebagai kesempatan tambahan untuk menguji coba formasi dan memberikan menit bermain kepada pemain-pemain baru.

Untuk bisa mencapai posisi tersebut, Persib harus berharap Port FC mengalahkan Dewa United dengan selisih tiga gol atau lebih - skenario yang memungkinkan mereka menempati posisi runner up grup berdasarkan selisih gol yang lebih baik.

"Secara keseluruhan semuanya sudah cukup baik di masa persiapan ini," tambah Bojan Hodak.

Kondisi yang dialami Persib di Piala Presiden 2025 sebenarnya sangat wajar terjadi ketika sebuah tim melakukan rebuilding besar-besaran. Setelah berhasil meraih gelar juara Liga 1 musim lalu, Persib kehilangan banyak pemain kunci yang menjadi pilar kesuksesan mereka.

Exodus pemain-pemain berpengalaman ini memaksa manajemen untuk melakukan rekrutmen massal, mendatangkan pemain-pemain baru baik dari dalam maupun luar negeri.

Dalam konteks ini, Piala Presiden 2025 sebenarnya berfungsi sebagai laboratorium hidup untuk menguji chemistry antara pemain lama dan baru. Hasil yang kurang memuaskan bukan berarti kegagalan total, melainkan bagian dari proses pembelajaran dan adaptasi yang natural dalam dunia sepak bola.

Dominasi muka baru dalam skuad Persib, terutama pemain asing, memang menciptakan tantangan tersendiri. Pemain-pemain yang sebelumnya sudah memahami pola permainan dan instruksi pelatih kini harus membangun understanding baru dengan rekan-rekan yang belum lama bergabung.

Bagi pelatih dan manajemen, turnamen pramusim ini berfungsi sebagai kesempatan untuk melihat bagaimana pemain-pemain baru beradaptasi dengan sistem permainan, sekaligus mengidentifikasi kombinasi yang paling efektif untuk Liga 1 mendatang.

Yang terpenting, hasil di Piala Presiden 2025 tidak akan menentukan nasib Persib di kompetisi resmi. Tim-tim besar dunia pun sering mengalami hasil yang tidak memuaskan di ajang pramusim, namun tetap bisa tampil gemilang ketika kompetisi sesungguhnya bergulir.

Sementara itu, laga Dewa United vs Port FC yang akan menentukan finalis memberikan gambaran bahwa semua tim masih dalam proses pencarian bentuk terbaik. Kondisi ini wajar terjadi di ajang pramusim yang memang dirancang sebagai ajang persiapan dan eksperimen.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore