
Futsal Kota Surabaya saat menghadapi Kota Malang di Porprov Jatim 2025. (Dok. AFP Jatim)
JawaPos.com — Kericuhan pecah saat laga final cabang olahraga futsal putra Porprov Jatim 2025 antara Kota Malang melawan Kota Surabaya. Insiden ini terjadi di Graha Polinema, Kota Malang, pada Jumat (27/6/2025) sore.
Pertandingan dihentikan saat Surabaya unggul 2-0 atas Malang. Hanya menyisakan sekitar 8 menit waktu bermain, suasana di arena mendadak mencekam.
Kerusuhan dipicu ulah suporter Kota Malang yang melemparkan berbagai benda ke dalam lapangan. Tidak hanya itu, mereka juga menyuarakan chant berisi ujaran kebencian yang ditujukan ke tim futsal Kota Surabaya.
Suporter Malang bahkan menyelipkan hinaan terhadap Bonek, suporter Persebaya Surabaya, meski pertandingan ini bukan laga sepak bola Arema FC vs Persebaya Surabaya.
Laga futsal ini justru berubah jadi ajang pelampiasan rivalitas klasik dua kota besar di Jawa Timur.
Akibat lemparan benda dan nyanyian rasis itu, wasit menghentikan pertandingan. Situasi menjadi tak terkendali karena nyaris seluruh tribun terdengar meneriakkan yel-yel penuh provokasi.
Video kericuhan langsung menyebar luas di media sosial. Beberapa akun Instagram seperti @nafiaqil9 mengunggah detik-detik panasnya tensi antara suporter dan pertandingan yang nyaris rampung itu.
Dalam unggahan Instastory miliknya, @nafiaqil9 yang diketahui sebagai staf media tim futsal Surabaya menulis komentar sindiran keras terhadap insiden tersebut
Ia menyebut sudah ada tindakan rasis bahkan sebelum pertandingan berakhir.
“Terpantau gurung main wis rasis, wkwk ancen kocag,” tulis @nafiaqil9 pertama kali.
Ia menyayangkan nyanyian yang mengandung kata “membunuh” dan “mati” dalam yel-yel suporter Malang. Menurutnya, chant tersebut jelas melewati batas sportivitas dan mencoreng makna olahraga itu sendiri.
“Ngerti kan iki apa? Pengingat? Enggak ini cuman tulisan ae ehehehe. Wong chant dengan lirik “membunuh” & “mati”. Sek dinyanyiin ehehehe. Mana pernah belajar?” lanjutnya sembari melampirkan foto ‘Don’t Stop Talking About Kanjuruhan’ mengingat korban tragedi Kanjuruhan.
Tak hanya itu, ia juga menulis seluruh pemain dan ofisial dari Kota Surabaya telah diamankan oleh pihak kepolisian. Mereka langsung dikawal ke hotel dengan pengamanan ketat demi menghindari bentrok lanjutan.
Ia menyebut kondisi di kampus Polinema sempat mencekam karena masih dikepung massa.
Pemain Surabaya dilaporkan dalam kondisi aman namun tetap berada dalam penjagaan ketat aparat. Situasi di luar venue masih memanas, sehingga aparat fokus pada pengamanan tim tamu terlebih dahulu.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
