
Persebaya Surabaya masih menyisakan satu slot asing untuk Liga 1 Indonesia 2025/2026. (Media Persebaya)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya musim depan akan bermain di ajang ASEAN Club Championship, turnamen resmi antar klub yang mempertemukan tim-tim terbaik di Asia Tenggara. Persebaya berhak lolos ke turnamen tersebut karena duduk di peringkat empat klasemen akhir Liga 1 musim 2024/2025. Ini adalah pertama kalinya skuad Green Force berlaga di turnamen antar klub setelah absen sekitar satu dekade.
Jika menilik dari performa Persebaya saat mengikuti turnamen antar klub Asia, Green Force memiliki rapor merah. Mereka tidak pernah lolos dari fase grup! Padahal pada masa itu, skuad Persebaya bisa dikatakan memiliki komposisi pemain berkualitas, termasuk sejumlah pemain langganan Timnas Indonesia.
Kiprah Persebaya pertama kalinya pada ajang AFC Champions League adalah pada musim 1997/1998 setelah mereka juara Liga Indonesia tahun 1997. Pada fase play off, mereka sudah harus bersua raksasa Korea Selatan, Hyundai Ulsan.
Pada pertemuan pertama di Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya, Persebaya sempat memimpin 1-0, namun sayangnya pada akhir laga, mereka takluk 1-2.
Misi berat harus dijalani Persebaya saat bertandang ke Ulsan. Tuan rumah terlihat memiliki kualitas lebih tinggi dari Green Force. Pada leg kedua, Hyundai Ulsan sukses melumat Persebaya dengan skor telak 4-1. Secara agregat, Hyundai Ulsan menang 6-2.
Persebaya kembali berlaga di turnamen antar klub pada 1999/2000, namun pada ajang Piala Winners Asia, karena mereka berstatus runner up Liga Indonesia 1999 setelah di final kalah dari PSIS Semarang.
Bangkok Bank menjadi lawan Green Force pada ronde kedua. Persebaya sendiri memperoleh Bye sehingga langsung berlaga di babak ini. Laga pertama digelar di Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya.
Mengutip dari Wild Stat, Green Force harus mengakui keunggulan Bangkok Bank dengan skor 0-1. Sayangnya, pada leg kedua di Bangkok, tim asal Thailand itu menghajar Persebaya dengan skor telak 5-0.
Sempat absen beberapa tahun, Persebaya kembali berlaga di Piala Champions Asia pada 2005 setelah meraih gelar Liga Indonesia pada 2004.
Mengutip dari laman Flash Score, pada musim itu, AFC Champions League sudah menggunakan format grup. Persebaya tergabung dalam grup D bersama Busan IPark, Binh Dinh, dan Krung Thai Bank.
Pada laga pembuka, Green Force kalah dari Krung Thai Bank dengan skor 1-2 di Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya. Lagi-lagi, rekor buruk menghadapi tim asal Thailand kembali terjadi.
Pertandingan kedua, Persebaya bertandang ke Vietnam menghadapi Binh Dinh. Beruntung, Green Force bisa menahan imbang 0-0 dan mencuri satu poin.
Laga berat harus dijalani pada matchday tiga, karena harus melawat ke kandang Busan IPark. Di sana, Persebaya dilumat 4-0. Peluang lolos dari fase grup pun semakin menipis karena pada laga keempat, Green Force kembali kalah 0-3 di kandang sendiri.
Kekalahan dari Krung Thai Bank 1-0 pada matchday lima semakin mempertegas rapor merah Persebaya di ajang AFC Champions League. Akhirnya Green Force bisa meraih kemenangan di laga terakhir atas Binh Dinh 1-0 dan menempati peringkat tiga klasemen akhir.
Catatan buruk dalam tiga turnamen itu tentunya jangan sampai terulang saat tim asuhan Eduardo Perez ini berlaga di ASEAN Club Championship musim depan.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
