
Ryan Kurnia dengan trofi juara Liga 1 2024/2025. (@rynkurnia)
JawaPos.com-Dalam dunia sepak bola, takdir sering kali menulis kisah dengan cara yang tak terduga. Begitu pula perjalanan Ryan Kurnia bersama Persib Bandung.
Saat namanya pertama kali diumumkan sebagai bagian dari skuad Maung Bandung di awal musim Liga 1 2023/2024, banyak yang langsung teringat pada legenda Kekey Zakaria, ikon kejayaan Persib di era Perserikatan dan Liga Indonesia medio 1990-an.
Bukan hanya karena kemiripan wajah, gaya bermain Ryan pun mengingatkan pada sosok sang legenda. Cepat, lugas, dan penuh determinasi.
Namun seiring berjalannya waktu, Ryan tak hanya menjadi bayang-bayang idolanya, dia menciptakan kisahnya sendiri.
Lahir di Bogor, 28 Juni 1996, Ryan menapaki jalan emas bersama Persib dengan cara yang luar biasa. Dua musim berturut-turut mengantar tim menjadi juara Liga 1, musim 2023/2024 dan 2024/2025.
Prestasi back-to-back champion yang berhasil diraih Persib menjadikan Ryan bagian dari generasi bersejarah. Meski bukan selalu pilihan utama di lapangan, kontribusinya sebagai pemain pelapis tak bisa diabaikan.
Selama dua musim, ia tampil dalam 48 pertandingan Liga 1 dan mencetak 4 gol. Tak hanya itu, dia juga turut memperkuat Persib di pentas Asia dengan tiga penampilan di ajang AFC Champions League Two.
Perannya, meski kadang berada di balik sorotan, tetap menjadi bagian penting dalam mesin kemenangan Maung Bandung.
Kini, kebersamaan itu resmi berakhir. Ryan Kurnia dipastikan tidak akan menjadi bagian dari skuad Persib untuk musim mendatang. Keputusan ini diumumkan menyusul langkah klub yang mulai merombak skuad setelah menutup musim 2024/2025 dengan status juara.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan, tak lupa menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan tinggi atas dedikasi Ryan selama dua musim penuh warna.
"Dua musim yang luar biasa untuk Ryan dan Persib. Hatur nuhun atas kerja keras dan kontribusinya yang menghadirkan dua bintang baru untuk klub ini. Sukses untuk perjalanan karier berikutnya, Ryan," ujar Adhitia.
Bagi Bobotoh, Ryan bukan sekadar pemain. Dia adalah simbol perjuangan dan kesetiaan dalam diam. Dia datang membawa harapan, dan kini pergi meninggalkan jejak yang akan terus dikenang.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
