Bintang lokal Persebaya Surabaya Malik Risaldi dipastikan bertahan musim depan. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya mulai bergerak cepat menyusun kekuatan usai menutup Liga 1 Indonesia 2024/2025. Meski kalah 1-3 dari Bali United di laga terakhir, manajemen Green Force langsung meresmikan daftar pemain yang akan dipertahankan.
Empat pemain lokal dipastikan tetap berseragam hijau musim depan. Mereka adalah Ernando Ari, Andhika Ramadhani, Toni Firmansyah, dan Malik Risaldi.
Keempat nama tersebut merupakan pilar penting Persebaya Surabaya selama musim ini. Performa mereka yang konsisten membuat manajemen tidak ragu mengamankan jasa mereka lewat kontrak multiyears.
Penjaga gawang utama Timnas Indonesia, Ernando Ari, menjadi salah satu yang dipastikan bertahan. Ia telah menunjukkan kualitas luar biasa dalam menjaga mistar gawang Persebaya Surabaya musim ini.
Begitu juga dengan Andhika Ramadhani yang tampil tangguh sebagai pelapis. Duet keduanya menjadikan lini belakang Green Force tetap solid sepanjang musim.
Nama Toni Firmansyah juga jadi sorotan berkat penampilan gemilangnya musim ini. Pemain muda binaan internal itu diyakini punya prospek besar sebagai tulang punggung tim di masa depan.
Sementara Malik Risaldi menjadi senjata utama di sektor sayap. Kecepatan dan insting golnya menjadikan ia salah satu pemain lokal paling produktif musim ini.
Direktur Operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, menyatakan sebagian besar skuad sudah dikunci lewat kontrak jangka panjang. Ia menyebut sekitar 70-80 persen pemain sudah terikat kontrak multiyears sejak musim lalu.
“Ya gambarannya sebenarnya sejak musim lalu, sudah perencanaan kan, bahwa pemain-pemain itu kontraknya harus jangka panjang,” ujar Candra.
“Kalau temen-temen bisa lihat komposisi tim ini kan hampir 70-80 persen adalah (kontrak) multiyears yaitu jadi fondasi kita,” imbuhnya.
Candra menegaskan pola ini akan terus dijaga untuk menjaga stabilitas skuad. Bagi Persebaya Surabaya, membangun tim yang solid lebih penting daripada bongkar pasang setiap musim.
“Beberapa pemain yang nanti kita siapkan untuk musim depan juga kita akan konsepnya akan multiyears, karena Persebaya nggak mau tiap tahun bongkar pasang, tiap tahun bongkar pasang,” ujar Candra menegaskan.
Multiyears bukan sekadar durasi kontrak, tetapi bagian dari visi jangka panjang klub. Chemistry, kedalaman tim, dan kesinambungan performa menjadi alasan utama strategi ini dipilih.
Menurutnya, Persebaya Surabaya tidak ingin mengulang kebiasaan lama yang penuh eksperimen dan rotasi besar-besaran. Konsistensi menjadi kunci agar Green Force bisa bersaing di papan atas secara berkelanjutan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
