
Mahmoud Eid (tengah belakang) saat masih bela Persebaya Surabaya hadapi Arema FC. (Media Persebaya)
JawaPos.com - Pemain berpaspor Palestina dan Swedia, Mahmoud Eid kini telah berstatus tanpa klub setelah dilepas oleh Bangkok United musim ini.
Dengan begitu, ia bisa leluasa memilih klub dan klub yang akan mengontraknya juga tak perlu mengeluarkan uang transfer.
Kondisi tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan oleh Persebaya Surabaya. Jika manajemen mengontraknya, maka Eid bisa didatangkan secara gratis dan tinggal menyepakati gaji serta detail-detail lainnya.
Gaji Mahmoud Eid terbilang cukup besar. Mengutip dari laman Salary Sport, selama di Bangkok United, pemain yang berposisi sebagai striker itu mendapat gaji Rp 129,5 juta per pekan atau sekitar Rp 518 juta per bulan.
Sehingga jika bergabung dengan Persebaya, maka manajemen setidaknya menyiapkan dana tidak jauh dari nominal tersebut.
Pemain yang wajahnya kerap dianggap mirip Zlatan Ibrahimovic itu bermain cukup cemerlang bersama Bangkok United. Bergabung sejak musim 2022/2023, ia sudah mencetak 37 gol dan 22 assist.
Eid sendiri sebenarnya bukanlah orang baru di Persebaya. Ia pernah membela klub kebanggaan masyarakat Surabaya itu pada tahun 2020. Namun ia hanya bermain dua laga dengan menyumbang satu gol dan dua assist.
Hal itu karena dunia dilanda pandemi Covid-19 dan mengakibatkan Liga 1 turut dihentikan sementara. Musim 2020, liga kasta tertinggi di Indonesia itu hanya memainkan dua pertandingan saja. Eid pun memilih hengkang karena situasi liga tidak menentu.
"Saya mohon maaf kepada Persebaya dan bonek atas keputusan ini. Saya ingin sekali bertahan. Tetapi, situasi belum memungkinkan. Semoga secepatnya segera ada kepastian (kompetisi),” katanya waktu itu seperti dikutip dari laman resmi klub.
Pemain berusia 31 tahun itu sebenarnya punya kesan yang baik bersama Persebaya meski hanya seumur jagung menjadi penggawa Green Force. Bahkan ia tak segan memuji kualitas Liga Indonesia.
"Liga Indonesia berkembang cukup pesat dan kedepannya bisa menjadi salah satu liga terbaik di Asia," ungkapnya dalam suatu kesempatan seperti dikutip dari akun YouTube resmi Persebaya.
Tak ketinggalan, ia juga pernah memuji Persebaya sebagai salah satu klub besar di Indonesia. "Persebaya adalah klub besar di Indonesia, dan mereka juga punya pendukung fanatik yang besar juga," imbuhnya.
Ia juga sangat terkesan dengan Bonek yang mendukung Green Force secara luar biasa hingga mampu menyuntikkan semangat lebih saat bertanding.
"Dukungan para Bonek merupakan salah satu yang paling luar biasa yang pernah saya lihat. Itu membuat Persebaya terlihat lebih baik sebagai tim," pujinya lagi.
Dengan hal-hal positif seperti itu, maka tidak ada halangan lagi bila manajemen Persebaya Surabaya ingin mengamankan tanda tangannya. Dan satu lagi, ia pernah bertekad membawa juara Liga 1 bagi Persebaya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
