
Kiper utama Persebaya Ernando Ari. (Instagram Ernando Ari)
JawaPos.com-Persebaya akan melakukan pembenahan besar-besaran untuk mencapai target meraih juara Liga 1 musim depan, setelah musim ini hanya finish di peringkat empat.
Menembus empat besar di akhir musim tentunya bukan prestasi buruk jika dibandingkan posisi musim lalu yang hanya berada di peringkat 12. Namun, Persebaya seharusnya bisa meraih juara atau setidaknya posisi runner up.
Hal itu karena sepanjang putaran pertama, Persebaya sempat memimpin klasemen berpekan-pekan hingga akhirnya digeser Persib pada awal putaran kedua. Green Force bahkan semakin menurun peringkatnya setelah gagal menggeser Dewa United di peringkat dua, bahkan disalip tim promosi Malut United dari posisi tiga.
Penurunan performa itulah yang coba Persebaya perbaiki musim depan. Salah satunya dengan mengganti pelatih Paul Munster. Namun hingga berita ini ditulis, pelatih kepala yang baru belum resmi ditunjuk.
Perubahan pelatih bisa menjadi angin segar bagi sejumlah talenta lokal yang musim ini lebih banyak menjadi penghangat bangku cadangan atau mulai terpinggirkan, asalkan mereka juga banyak meningkatkan performa.
Dimulai dari sektor pertahanan. Sejauh ini Ernando Ari merupakan sosok yang nyaris tak tergantikan di bawah mistar Green Force. Namun beberapa blunder yang dia lakukan menjelang pekan-pekan terakhir hingga berujung kegagalan timnya meraih kemenangan membuatnya mulai tergantikan.
Tak hanya itu, dua pekan jelang laga terakhir, dia malah terkena kartu merah. Lengkap sudah musim yang kurang memuaskan bagi kiper Timnas Indonesia tersebut. Kini posisinya terancam oleh Andhika Ramadhani atau bahkan kiper baru jika manajemen mendatangkan dari klub lain.
Selain itu, Kadek Raditya juga mulai kehilangan tempatnya di posisi bek tengah setelah kedatangan Dime Dimov yang kemudian lebih sering menjadi duet Slavko Damjanovic selama paruh kedua musim. Uniknya, jelang putaran pertama berakhir, Kadek pernah menyatakan bahwa dia akan senang jika ada bek tengah baru yang didatangkan.
"Pastinya kami akan bersaing sehat, saya support dan saya juga justru senang ada teman baru. Saya bisa saling bicara bagaimana kelebihan dan kekurangan, dan saya bisa belajar juga dari dia," ungkap Kadek kala itu seperti dikutip dari laman resmi klub.
Kadek sebenarnya bisa membuktikan kualitasnya sebagai bek tengah tangguh saat menggantikan Slavko yang sempat absen tiga laga karena menjalani hukuman akumulasi kartu merah. Sayangnya, performa di lapangan kurang memuaskan.
Dalam tiga laga menghadapi Arema FC, Persik Kediri, dan Semen Padang, Green Force hanya meraih hasil imbang dan tidak ada satupun yang clean sheet. Lalu mengutip dari Sofascore, rapornya dalam tiga pertandingan tersebut juga tidak bagus-bagus amat, yaitu 6,8 (kontra Arema FC); 6,0 (kontra Persik Kediri); dan 6,2 (kontra Semen Padang). Tentu ini menjadi sebuah peringatan bagi masa depan Kadek di Persebaya.
Di posisi tengah, ada nama Andre Kobra Oktaviansyah. Sempat menjadi pilihan utama di awal musim, namanya kemudian terpinggirkan karena tergeser Francisco Rivera, Mohammed Rashid, bahkan wonderkid Toni Firmansyah.
Sepanjang musim ini, dia hanya bermain dalam 14 pertandingan saja. Itupun tidak selalu bermain penuh selama 90 menit. Terakhir kali dia bermain adalah saat menghadapi tuan rumah Persija di JIS pada 12 April.
Kemudian di sektor penyerang, Rizky Dwi Pangestu bisa terancam masa depannya jika performanya tidak meroket. Pemain yang berposisi sebagai penyerang tersebut hanya memainkan 12 laga selama musim ini dengan mencetak satu gol.
Penampilan terbaiknya adalah saat mencetak gol ke gawang Persib Bandung dan meraih kemenangan 4-1. Setelah itu, performanya kembali menurun dan tak lagi menambah gol.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
