Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Mei 2025 | 20.04 WIB

Perpisahan Paul Munster, Eduardo Perez Siap Bawa Persebaya Menuju Kesuksesan

Eduardo Perez saat masih di Persija Jakarta. (Media Persija) - Image

Eduardo Perez saat masih di Persija Jakarta. (Media Persija)

JawaPos.com—Persebaya Surabaya resmi berpisah dengan Paul Munster usai musim 2024/2025 berakhir. Kabar itu diumumkan akun resmi Instagram Persebaya Surabaya pada 24 Mei.

“Kenangan indah akan menjadi memori tak terlupakan, kekecewaan akan menjadi pelajaran,” tulis official Persebaya Surabaya dalam unggahannya.

Perpisahan ini menandai akhir kebersamaan sejak Januari 2024. Seiring kepergian Paul Munster, Persebaya Surabaya dikabarkan sudah mengamankan pelatih baru. Sosok tersebut adalah pelatih asing yang akan membawa angin segar bagi Green Force.

Tak sekadar mengganti pelatih kepala, Persebaya Surabaya juga menyebut akan membawa seluruh kabinetnya. Hal ini dilakukan untuk menyambut dua kompetisi sekaligus, Liga 1 dan ajang antar klub ASEAN musim depan.

Salah satu nama yang santer disebut adalah Eduardo Edu Perez. Eks asisten pelatih Timnas Indonesia ini kabarnya sudah mencapai kata sepakat dengan manajemen Persebaya Surabaya.

Kabar itu diunggah akun Instagram @transfernews_ft1 pada 27 Mei.

“Done deal. Persebaya telah mencapai kesepakatan untuk menunjuk Edu Perez,” tulis akun tersebut.

Meski belum diumumkan secara resmi oleh klub, nama Edu Perez langsung jadi buah bibir. Bonek pun mulai berspekulasi soal kemampuan pria asal Spanyol tersebut.

Edu Perez bukan sosok asing di dunia sepak bola Tanah Air. Dia pernah menjadi pelatih kiper Timnas Indonesia di era Luis Milla pada 2017 hingga 2018.

Dia juga sempat menjadi asisten pelatih di Persija Jakarta pada 2019. Kemudian dipercaya sebagai pelatih kepala di PSS Sleman pada 2020.

Namun kiprahnya sebagai pelatih kepala belum menunjukkan hasil gemilang. Saat menangani tim senior CP Villarrobledo di Spanyol, catatan statistiknya terbilang suram.

Dalam 26 pertandingan, dia hanya mampu membawa Villarrobledo menang dua kali. Sisanya, enam kali imbang dan 18 kekalahan menjadi catatan kelam yang tak bisa diabaikan.

Statistik itu tentu mengundang tanda tanya bagi pendukung Persebaya Surabaya. Apakah pelatih dengan rapor merah seperti ini bisa membawa Green Force bersaing di dua kompetisi?

Persebaya Surabaya memang menegaskan pelatih baru akan membawa pendekatan berbeda. Hal ini untuk menjawab tantangan tampil di Liga 1 dan ajang ASEAN secara bersamaan.

Namun sepak bola bukan hanya soal pendekatan dan filosofi semata. Keberhasilan di lapangan tetap harus dibuktikan dengan hasil nyata dan kemenangan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore