Pelatih dan para pemain Persib Bandung saat angkat trofi gelar juara Liga 1 2024/2025 di GBLA. (dok. Persib)
JawaPs.com - Euforia kemenangan back-to-back Persib Bandung di Liga 1 Indonesia 2024/2025 belum juga mereda. Namun, di balik kemeriahan itu, sebuah pengumuman mengejutkan justru mencuat dan bisa jadi bakal mengubah masa depan Maung Bandung selamanya.
CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Glenn Sugita, secara terbuka menyampaikan bahwa Persib akan segera melantai di Bursa Efek Indonesia pada awal 2026. Rencana penawaran saham perdana alias Initial Public Offering (IPO) itu disampaikannya langsung di hadapan ribuan Bobotoh yang hadir di GBLA.
"InsyaAllah, awal 2026 Persib akan menjadi perusahaan publik. Kami ingin Bobotoh juga punya kesempatan untuk memiliki saham Persib. Doakan agar sukses," ucap Glenn, yang langsung disambut riuh tepuk tangan dan sorakan antusias.
Namun, kejutan belum berhenti sampai di situ. Glenn secara spontan menantang Maruarar Sirait, tokoh nasional yang juga menjabat sebagai Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, untuk menjadi investor pertama.
"Saya tanya Pak Ara, investor besar di Indonesia, bagaimana kalau Persib IPO?" ujarnya sambil tersenyum.
Tak disangka, Maruarar atau akrab disapa Ara langsung menjawab tantangan itu dengan penuh semangat. Ia menyatakan kesiapannya untuk menyuntikkan investasi besar ke Persib Bandung.
"Boleh enggak saya jadi investor Persib? Saya sekolah di Bandung, di Unpar, dan saya cinta kota ini. Saya siap invest Rp 100 miliar untuk Persib Bandung," tegas Ara, yang langsung disambut sorak sorai Bobotoh.
Langkah besar ini dinilai bukan hanya soal bisnis. Bagi Glenn dan seluruh manajemen Persib, IPO merupakan bagian dari transformasi klub menuju entitas olahraga modern dan transparan.
"Secara manajemen dan struktur bisnis, klub kini jauh lebih sehat. Ini membuat kami merasa bahwa langkah menuju IPO bukan lagi mimpi, tapi sesuatu yang bisa segera diwujudkan," tegas Glenn.
Meski detail teknis seperti jumlah saham yang akan dilepas ke publik masih dalam pembahasan bersama jajaran Komisaris seperti Umuh Muchtar, Zaenuri Hasyim, hingga Patrick Waluyo, arah kebijakan ini sudah menunjukkan keseriusan Persib untuk naik kelas menjadi klub korporasi modern.
Tak hanya tokoh nasional, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pun ikut menyambut antusias rencana ini. Sebagai mantan direktur di PT PBB, Farhan merasa memiliki kedekatan emosional dengan klub dan menyatakan siap membeli saham dari dana pribadinya.
"Kalau IPO beneran, saya pribadi sudah siapkan tabungan untuk beli saham Persib," ungkap Farhan.
Ia menilai valuasi Persib sangat menjanjikan, bahkan memperkirakan nilainya bisa menembus lebih dari Rp 1 triliun.
"Brand equity-nya saja sudah lebih dari 30 juta dolar atau sekitar Rp 500 miliar. Itu belum termasuk potensi lain seperti aset stadion dan fanbase," jelasnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
