
Kapten Bruno Moreira menjadi pemain Persebaya paling produktif musim ini. (Media Persebaya)
JawaPos.com-Musim ini, Persebaya sukses memperbaiki performa musim 2023/2024. Menyelesaikan 34 pertandingan, Green Force menduduki peringkat empat klasemen akhir.
Menembus empat besar juga membuat Persebaya meraih tiket turnamen antar klub ASEAN Club Championship musim depan, agak melenceng dari target yaitu lolos ke kejuaraan AFC Challenge League. Meski sukses duduk di peringkat empat, tentu ada sejumlah aspek yang harus dievaluasi demi meraih target juara Liga 1 musim depan.
Persebaya sebenarnya punya kans besar meraih kampiun liga musim ini jika saja mereka bisa terus berada di posisi pertama yang sempat bertahan hingga paruh pertama musim. Agar Persebaya bisa menjadi juara Liga 1, setidaknya ada lima aspek berikut yang bisa dipenuhi musim depan.
1. Produktivitas Gol Tinggi
Produktivitas gol merupakan hal yang mutlak dipenuhi sebuah tim agar meraih gelar juara. Sayangnya, Persebaya belum mencapai itu musim ini. Sebuah tim tidak cukup jika hanya bergantung dengan satu atau dua gol saja karena jumlah tersebut masih bisa terkejar. Disini pentingnya produktivitas gol tinggi.
Ketika sebuah tim bisa mencetak tiga atau empat gol, potensi kemenangan lebih besar karena sangat jarang tim lawan bisa mengejar gol dalam jumlah tersebut. Contohnya Persib Bandung, mengutip dari Sofascore, mereka tak jarang bisa meraih kemenangan dengan mencetak tiga hingga empat gol per laga, hingga mereka bisa mengumpulkan 60 gol musim ini untuk menjadi juara.
Sedangkan Persebaya musim ini hanya mencetak 41 gol, selisih delapan gol dibandingkan musim 2023/2024 yang mencatatkan 33 gol dan berakhir di peringkat 12 klasemen. Kapten Bruno Moreira bahkan sampai frustasi dengan kegagalan timnya membuat gol dari banyaknya peluang yang diciptakan.
"Kami punya banyak peluang untuk mencetak gol, tapi inilah sepak bola. Tetapi kami harus terus maju, kami harus terus bekerja keras," ujar Bruno dalam sebuah kesempatan, seperti dikutip dari Liga Indonesia Baru.
2. Meminimalisir Kartu Kuning
Persebaya juga mencatatkan koleksi kartu kuning terburuk musim ini. Secara total, mereka telah mengumpulkan 84 musim ini, dan duduk di posisi tiga klub pengoleksi kartu kuning terbanyak Liga 1, di bawah Bali United dan Semen Padang.
Dampaknya, Persebaya cukup sering ditinggal pemain pentingnya absen untuk menjalani hukuman akumulasi kartu kuning. Sedangkan pemain pelapisnya tidak sebagus para pemain intinya. Hal itu berakibat tim kebanggaan Arek Suroboyo ini seringkali gagal meraih kemenangan.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Segrup dengan Brasil di Piala Dunia U-17 2025, Begini Kata Erick Thohir
3. Cari Pelatih Minim Kartu
Salah satu sisi negatif dari kepelatihan Paul Munster adalah cukup sering menerima kartu musim ini. Akibatnya, dia juga tak jarang harus absen untuk menjalani hukuman akumulasi. Inilah yang harus diperbaiki musim depan.
Seperti yang telah dimuat dalam JawaPos.com, empat kartu kuning dan satu kartu merah didapatkan Munster musim ini. Empat kartu kuning diperoleh saat menghadapi PSS Sleman (11 Agustus 2024), Madura United (2 Desember 2024), dan Persis Solo. Dua di antaranya membuat Munster sempat tidak mendampingi tim karena akumulasi.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
