
Pelatih Persebaya, Paul Munster bersitegang dengan Asisten Pelatih Semen Padang FX Yanuar dan berujung kartu merah untuk keduanya pada lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, kemarin (11/5). Persebaya imbang Semen Padang dengan skor 1-1.RIANA SETIAWA
JawaPos.com — Paul Munster resmi mengakhiri kebersamaannya bersama Persebaya Surabaya usai menuntaskan Liga 1 Indonesia 2024/2025. Keputusan ini diumumkan langsung melalui akun Instagram resmi klub @officialpersebaya yang menandai akhir era kepelatihan pelatih asal Irlandia Utara tersebut.
Munster yang datang pada Januari 2024 langsung memberikan warna berbeda untuk Green Force. Meski hanya satu musim penuh, sosoknya meninggalkan jejak tak terlupakan di hati para Bonek dan pecinta Persebaya Surabaya.
Manajemen klub menyampaikan salam perpisahan penuh makna dengan menyebut kebersamaan bersama Paul Munster penuh kenangan dan pelajaran.
Perjalanan mereka disebut sebagai pengalaman yang tak akan terlupakan oleh tim maupun suporter.
“Kenangan indah akan menjadi memori tak terlupakan, kekecewaan akan menjadi pelajaran,” tulis manajemen Persebaya Surabaya.
Ungkapan tersebut menunjukkan betapa besar pengaruh Munster dalam proses transformasi tim kebanggaan Kota Pahlawan ini.
Musim 2024/2025 menjadi momen terbaik Paul Munster bersama Persebaya Surabaya dengan catatan 13 kemenangan, 10 hasil imbang, dan hanya 7 kekalahan dari 30 pertandingan.
Ia mengantarkan Persebaya Surabaya meraih 49 poin dengan rata-rata 1,63 poin per pertandingan.
Sementara pada paruh musim sebelumnya di 2023/2024, Munster mencatatkan 4 kemenangan dan 4 kekalahan dari 12 laga.
Meski belum stabil, musim perdananya itu tetap menunjukkan potensi besar yang kemudian terwujud musim berikutnya.
Banyak pihak menilai kepergian Munster merupakan kehilangan besar bagi Green Force. Namun, Persebaya Surabaya tak ingin berlama-lama larut dalam perpisahan dan langsung menyiapkan pelatih baru untuk menghadapi dua kompetisi sekaligus musim depan.
Tak hanya pelatih kepala, Persebaya Surabaya berencana memperkenalkan seluruh tim kepelatihan yang akan menjadi satu kesatuan kabinet.
Strategi ini diyakini akan memberikan pendekatan yang lebih komprehensif dan profesional menghadapi Liga 1 dan kompetisi antar klub Asia Tenggara.
“Persebaya tidak mendatangkan head coach semata, namun pelatih kepala bersama kabinetnya,” tulis pernyataan resmi klub.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
