
Simon Tahamata kala berseragam Ajax Amsterdam. (ig. Simon Tahamata)
JawaPos.com–Dikutip dari kanal instagram thegaruda.id, mengklaim bahwa Simon Tahamata resmi bergabung menjadi Kepala Pencari Bakat Timnas Indonesia.
Hal ini sontak mencuri perhatian Arya Sinulingga, anggota eksekutif PSSI yang menyatakan kepada para pecinta sepak bola Indonesia harus sabar mendengar kabar baik ini. "Tunggu saja," kata Arya.
Sebelumnya, Simon Tahamata telah banyak mengukir sejarah gelar juara selama dia menjadi pemain. Melansir melalui transfermarkt, Simon Tahamata lahir pada 26 Mei 1956, Vught, Belanda.
Awal mula meniti karir di klub pertama, yaitu Ajax Amsterdam sebagai maestro sayap kiri untuk kelas senior. Pada musim 1976/1977, dia berhasil membawa gelar Dutch Champion bersama tim asal Belanda tersebut, begitupun era 1978 sampai 1980-an, Simon kembali memboyong trofi serupa sebanyak dua kali.
Sebelum itu, era musim 1978/1979, dia membawa gelar juara trofi Dutch Cup Winner bersama klub asal Ibu kota Belanda tersebut. Kemudian, pada 14 Juli 1980 Simon memutuskan pindah ke Belgia membela klub Standard Liege dengan biaya transfer kala itu sebesar 7,82 miliar rupiah.
Bersama klub asal Belgia tersebut Simon memborong beberapa trofi bergengsi. Seperti gelar juara Belgian Cup Winner sebanyak satu pada 1981.
Kemudian pada 1980 hingga 1983 membawa trofi Intertotot Cup Winner tiga kali beruntun. Lalu terakhir pada musim 1983/1984, dia kembali meraih penghargaan bersama Standard Liege sebagai juara Belgian Super Cup Winner sebanyak satu kali.
Pada 1984, Simon kembali ke Belanda. Dia memakai seragam klub Feyenoord Rotterdam. Kemudian sisa karir sepak bola pria kelahiran Belanda, ini dihabiskan pada liga Belgia, yang membela VAC Beerschot dan Germinal Ekeren. Simon Tahamata memutuskan gantung sepatu pada 1 Juli 1996.
Setelah pensiun dari lapangan hijau sebagai pemain, dia dipercayakan sebagai pelatih tim junior klub Standard Liege sejak 1 Juli 1996 hingga 30 Juni 2000. Pada tahun yang sama, dia menjadi pelatih tim junior klub asal Belgia Germinal Beerschot. Karir pelatih di klub ini dimulai pada 1 Juli 2000 hingga 30 Juni 2004.
Belanjut pada musim 2004/2005, Simon menjadi pelatih teknik untuk klub Ajak Youth (junior) dimulai sejak 1 Juli 2004 hingga 30 Juni 2009. Selanjutnya, 1 Juli 2009 hingga 30 Juni 2014, Tahamata menjadi pelatih junior klub asal Arab Saudi, yaitu Al-Ahli.
Pengalaman masa kepelatihan Simon terakhir, dia kembali menjadi pelatih teknik klub asal Belanda bagian junior yaitu Ajax Youth, sejak 1 Oktober 2014 hingga 29 Februari 2024.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
