
Pemain PSM Makassar Yuran Fernandes. (Instagram Yuran Fernandes)
JawaPos.com- Bek dan kapten PSM Makassar Yuran Fernandes resmi dijatuhi sanksi 12 bulan tidak boleh beraktivitas di sepak bola Indonesia. Sanksi tersebut diberikan Komite Disiplin PSSI (Komdis) akibat kritik yang diberikan Yuran Fernandes setelah laga melawan PSS Sleman, pada 3 Mei lalu.
Sanksi tersebut cukup mengagetkan, terutama bagi PSM Makassar. Pasalnya, Yuran Fernandes sempat hadir di konferensi pers menjelang laga melawan Malut United saat tanggal 10 Mei dan setelah itu sanksi dari Komdis diberikan.
Bahkan, di sosial media, netizen juga mempertanyakan sanksi 12 bulan kepada Yuran Fernandes. Mereka juga memberikan dukungan kepada sang pemain dengan menaikkan tagar #KamiBersamaYuran.
Sanksi yang didapatkan Yuran Fernandes juga menarik perhatian dari Federasi Internasional Asosiasi Pesepakbola Profesional (FIFPro). Organisasi tersebut merupakan serikat pemain sepak bola sedunia yang melibatkan lebih dari 28.000 pesepak bola profesional dari seluruh penjuru dunia di 70 negara.
Dalam postingan Instagram resmi FIFPro, Jumat (16/5) mereka menyayangkan bahwa Yuran Fernandes mendapatkan sanksi hanya karena memberikan kritik. "FIFPro meyakini bahwa semua pesepak bola profesional memiliki hak untuk dapat mengekspresikan pendapat mereka," tulisnya di caption postingan tersebut.
FIFPro juga menyampaikan kekhawatirannya pada sanksi 12 bulan yang diberikan kepada bek asal Tanjung Verde tersebut. "Oleh karena itu kami sangat khawatir tentang adanya sanksi yang sangat keras dan tidak proporsional yang diberikan kepada Yuran Fernandes, yang membuatnya tidak dapat bekerja sebagai pesepak bola di Indonesia selama 12 bulan dan juga ditambah dengan denda uang," tulis FIFPro di akhir caption.
Postingan tersebut mendapatkan 717 komentar yang diantaranya dari netizen Indonesia. Beberapa dari mereka ada yang menyindir bahwa sepak bola Indonesia kembali mendunia.
"Komdis PSSI go internasional," tulis salah satu netizen di postingan FIFPro. "Hasil kerja Komdis sukses jadi perhatian internasional," tulis netizen yang lainnya dengan emoji tepuk tangan.
Selain itu, netizen juga berterima kasih kepada FIFPro karena sudah bersuara tentang sanksi yang diberikan kepada Yuran Fernandes. "Terima kasih banyak kepada FIFPro karena telah memperjuangkan hal ini. Kami percaya bahwa setiap pemain sepak bola berhak mendapatkan kebebasan untuk berbicara tanpa rasa takut, tekanan, atau ancaman," tulis komentar netizen.
Yuran Fernandes (tengah). (Dok. Antara)
Sementara dari APPI sebagai Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia, menyatakan terus berkomunikasi dengan FIFPro dan PSM Makassar yang mengajukan banding.
"APPI menghormati proses banding yang sedang berjalan di komisi banding PSSI dan masih berkomunikasi dan berkoordinasi dengan FIFPro dan juga klub PSM Makassar," tulis mereka dalam postingan Instagram resminya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
