Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Juni 2026 | 21.31 WIB

Oknum Prajurit Aniaya Pemuda 19 Tahun Sampai Babak Belur, TNI AL Janji Beri Sanksi

Ilustrasi penganiayaan. (Dok. JawaPos.com) - Image

Ilustrasi penganiayaan. (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Seorang warga bernama Dinar diduga menjadi korban kasus dugaan penganiayaan oleh seorang prajurit TNI AL pada Sabtu (30/5). Dia mengalami luka lebam di sekujur tubuh setelah dihajar menggunakan selang, tangan, dan kaki.

Dikutip dari pemberitaan Radar Situbondo (Jawa Pos Group) pada Senin (1/6), pemuda berusia 19 tahun itu menceritakan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Warga Kelurahan Dawuhan, Situbondo, Jawa Timur (Jatim) itu mengaku ditantang untuk melapor.

Berdasar keterangan Dinar, peristiwa itu terjadi saat dirinya sedang asyik bermain di dalam rumah bersama 2 orang temannya. Tiba-tiba seorang prajurit TNI AL datang. Setelah masuk ke dalam rumah, dia langsung mengunci pintu rumah dan melakukan penganiayaan.

”Di dalam rumah dia langsung menendang saya, memukul saya. Saya tidak bisa kemana-mana. Mau melawan takut, dia ngakunya adalah anggota TNI,” ucap dia.

Menurut Dinar, tindakan itu dilakukan tanpa sebab. Prajurit TNI AL itu mengira Dinar telah menyapa kekasihnya. Padahal, dia mengaku tidak mengenal kekasih prajurit tersebut. Dia menyebut, yang menyapa kekasih prajurit itu adalah temannya. Itu pun karena sudah saling kenal.

”Yang nyapa pacarnya om TNI itu temannya saya. Nyapa karena kenal. Saya tidak kenal dan tidak menyapa. Tapi, saat saya ngasih alasan dia (oknum TNI) tidak mau dengar dan terus memukuli saya,” bebernya.

Hafid Junaidi sebagai orang tua Dinar mengaku sudah membawa putranya ke Elizabeth untuk mendapat perawatan medis sekaligus cek visum. Mereka juga sudah membuat laporan kepolisian ke Mapolres Situbondo agar pelaku segera ditangkap.

”Semalam saya langsung laporan ke Mapolres. Tapi, karena pelaku adalah oknum TNI katanya harus laporan ke Markas Detasemen Polisi Militer Pangkalan TNI Angkatan Laut (Denpom Lanal) Banyuwangi,” imbuhnya.

Sebagai orang tua, Hafid mengaku tidak terima putranya dipukuli tanpa sebab. Dia meminta TNI AL menangani laporan yang sudah dibuat secara serius. Dia tegas menyatakan bakal menolak jika ada pihak yang meminta masalah tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.
”Saya sebagai orang tua tidak terima. Kasus ini akan dikawal tuntas. Kemana pun prosedur laporannya pasti akan saya ikuti,” ujarnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore