
The Jakmania satu tribun dengan Bonek di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/4/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Jelang laga krusial pekan ke-33 Liga 1 2024/2025, Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, memastikan bahwa kelompok suporter Persija Jakarta itu akan hadir langsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Laga antara PSS Sleman vs Persija Jakarta pada Sabtu (17/5/2025) malam WIB memang punya tensi tinggi. Di satu sisi, Super Elja tengah berjuang keras agar tidak terdegradasi. Di sisi lain, Macan Kemayoran ingin menjaga tren positifnya hingga pekan terakhir.
Diky menyebut pihaknya telah melakukan komunikasi dengan kelompok suporter Sleman terkait kehadiran Jakmania. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan baik di tengah situasi kompetisi yang semakin panas.
“Kalau di Sleman, ya jelas kami sudah berkoordinasi dengan suporter-suporter di Sleman. Kami meminta kuota tiket dari suporter Sleman. Alhamdulillah, kami berkomunikasi dengan baik, pasti kami akan datang,” kata Diky.
Diky juga menyinggung pengalaman sebelumnya saat Jakmania melawat ke Surabaya menghadapi Persebaya. Menurutnya, proses silaturahmi yang berjalan baik menjadi bukti bahwa away day bisa berjalan aman dan tertib, meskipun masih ada regulasi larangan suporter tandang di beberapa laga tertentu.
“Nah, itu yang harus dilakukan dan itu kami sudah buktikan bagaimana ketika saat Jakmania ke Surabaya, dan bagaimana saat ketika Surabaya datang ke Jakarta. Itu sudah kami buktikan. Jadi, kami akan tetap datang ke Sleman,” tegasnya.
Sementara itu, secara statistik, situasi PSS menjelang laga ini cukup mengkhawatirkan. Tim asuhan pelatih kepala sementara itu belum pernah mencatat cleansheet dalam 13 laga terakhirnya. Lini belakang mereka cukup rentan saat menghadapi serangan cepat lawan, terutama dari tim dengan struktur permainan seperti Persija.
Dalam lima pertemuan terbaru melawan PSS, Persija mampu menyapu bersih kemenangan. Mereka mencetak 14 gol dan hanya kebobolan dua kali dari Super Elja. Bahkan, ketika bertandang ke Maguwoharjo, Macan Kemayoran belum pernah merasakan kekalahan—dengan dua kali menang dan dua kali imbang.
Persija juga diuntungkan oleh kualitas komposisi pemain yang dimilikinya. Tim ini diperkuat oleh pemain-pemain berpengalaman yang tak hanya mampu mengatur tempo permainan, tetapi juga efektif mencetak gol. Produktivitas Persija musim ini menunjukkan angka rata-rata 1,52 gol per pertandingan, jauh lebih tinggi dibandingkan PSS yang hanya mampu mencetak 1,19 gol per laga.
Dalam hal pertahanan, Persija hanya kebobolan rata-rata satu gol per pertandingan. Keseimbangan antara lini belakang yang rapat dan kemampuan melakukan serangan balik dengan cepat menjadikan Persija sebagai lawan yang sulit ditaklukkan, terutama di laga tandang.
Sebaliknya, PSS masih memiliki masalah besar di sektor pertahanan. Mereka belum sekali pun mencatatkan cleansheet dalam 13 pertandingan terakhir, menandakan adanya celah yang bisa dimanfaatkan lawan. Jika situasi ini tidak segera diperbaiki, PSS berpotensi besar kehilangan tempat di Liga 1 musim depan.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
