
Pelatih Persebaya Paul Munster bersitegang dengan Asisten Pelatih Semen Padang FX Yanuar dan berujung kartu merah. (‎Riana Setiawan/Jawa Pos) ‎
JawaPos.com–Persebaya Surabaya dan coach Paul Munster diambang perpisahan akhir musim ini. Pelatih asal Irlandia Utara itu hingga kini belum terlihat tanda-tanda akan bertahan di Green Force.
Begitu juga dengan pihak manajemen Persebaya yang belum menunjukkan indikasi untuk memperpanjang kontrak Munster. Apalagi kartu merah yang didapat saat menghadapi Semen Padang membuat pihak manajemen mengistirahatkannya dalam dua laga terakhir.
Status Paul Munster masih sebagai pelatih Persebaya hingga akhir musim, meskipun bisa saja dia menjalani pertandingan terakhir saat menghadapi Kabau Sirah. Tiga aspek berikut bisa jadi bahan evaluasi bagi Paul Munster musim depan. Entah tetap di Persebaya atau hengkang ke klub lain.
1. Sering Kena Kartu
Paul Munster dikenal sebagai pelatih yang ekspresif di pinggir lapangan saat mendampingi Persebaya. Dia lebih sering terlihat berdiri di pinggir lapangan untuk memberi instruksi dan bahkan melakukan protes jika keputusan wasit dirasa merugikan tim.
Namun, saat memprotes wasit, tak jarang tindakannya malah merugikan tim, karena beberapa kali diganjar kartu kuning dan merah. Munster sejauh ini sudah mengoleksi tiga kartu kuning. Yakni saat menghadapi PSS Sleman (11 Agustus 2024), Madura United (2 Desember 2024), dan Persis Solo.
Dua di antaranya membuat dia sempat tidak mendampingi tim karena akumulasi. Satu kartu merah yang dia dapatkan saat menghadapi Semen Padang akhir pekan lalu menambah hukuman akumulasi larangan mendampingi tim.
2. Persebaya Panen Kartu Kuning
Persebaya menjadi salah satu tim pengoleksi kartu kuning terbanyak. Mencapai 80 kartu kuning dan lima kartu merah berdasar data dari Fotmob.
Hal itu menunjukkan bahwa selama era kepelatihan Paul Munster, para pemain Persebaya cukup sering bermain keras menjurus kasar. Hampir seluruh skuad pernah menerima kartu kuning.
Munster pernah menyatakan telah mengevaluasi hal tersebut saat awal musim. Tepatnya pasca menjamu Persita September 2024 lalu.
”Saya sudah berbicara dengan mereka secara pribadi mengenai situasi ini. Jadi, ini bukan hal yang besar. Tapi, mereka akan belajar dari hal ini untuk lebih berhati-hati,” ujar Paul Munster kala itu, seperti dikutip dari laman resmi Persebaya.
Namun kenyataannya, hingga menjelang akhir musim, makin banyak pemain Green Force mendapat kartu kuning. Hal itupun berdampak buruk bagi tim karena mereka sering tidak dalam kondisi full team.
Akibatnya, Persebaya beberapa kali gagal meraih kemenangan karena pemain cadangan mereka tidak sebagus para pemain inti. Itu berpengaruh bagi produktivitas gol ataupun kemampuan bertahan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
