Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Mei 2025 | 03.43 WIB

Mengenang Kiprah Eks Chelsea Michael Essien di Persib Bandung, Datang ke Kota Kembang di Waktu yang Salah

Beto Goncalves (kanan) saat berduel dengan Michael Essien. Beto berjanji mencetak gol dalam dua laga sisa Sriwijaya di babak grup - Image

Beto Goncalves (kanan) saat berduel dengan Michael Essien. Beto berjanji mencetak gol dalam dua laga sisa Sriwijaya di babak grup

JawaPos.com - Saat Persib Bandung resmi menyegel gelar juara Liga 1 musim 2024/2025, sorak sorai kemenangan tak hanya terdengar di seluruh penjuru Jawa Barat. Ucapan selamat pun mengalir dari berbagai belahan dunia, termasuk dari salah satu mantan pemain ikonik mereka, Michael Essien.

Melalui unggahan singkat di akun X (sebelumnya Twitter), eks gelandang Real Madrid dan Chelsea itu mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian klub yang pernah ia bela.
“Selamat @persib #backtoback #bobotoh,” tulis Essien, lengkap dengan emoji bintang biru yang khas.

Ucapan itu langsung memantik reaksi penuh emosi dari para Bobotoh. Banyak dari mereka membalas dengan pesan yang menyentuh dan bernada kebanggaan.

Michael Essien memang hanya satu musim memperkuat Persib, tapi kehadirannya di Liga 1 Indonesia pada 2017 menjadi fenomena tersendiri. Ia menjadi pemain paling berprofil tinggi yang pernah merumput di kasta tertinggi sepak bola nasional. Berdasarkan data Transfermarkt, Essien tampil dalam 29 pertandingan dan menyumbangkan lima gol serta satu assist—jumlah yang cukup impresif untuk pemain berusia 34 tahun saat itu.

Namun, meski nama besar Essien sempat mengangkat citra Persib secara global, kehadirannya datang di waktu yang kurang tepat. Saat ia mendarat di Bandung, Maung Bandung tengah dalam fase transisi dan kesulitan bersaing di papan atas. 

Musim 2017 berakhir dengan Persib terdampar di peringkat ke-13 klasemen. Dari 34 pertandingan, mereka hanya menang sembilan kali dan kalah 11 kali, dengan selisih gol tipis: 39 cetak, 34 kebobolan. Jauh dari ekspektasi ketika Essien diperkenalkan dengan gemerlap.

Sebagai salah satu upaya manajemen untuk membalikkan situasi, Persib melakukan perombakan skuad pada musim berikutnya. Di awal Liga 1 2018, kontrak Essien diputus. Keputusan itu diambil untuk memberi tempat bagi striker asal Argentina, Jonathan Bauman, yang kemudian tampil tajam dan jadi tandem mematikan bersama Ezechiel N’Douassel.

Bauman sendiri membayar kepercayaan itu dengan mencetak 12 gol dalam 26 pertandingan. Bersama Ezechiel yang menjadi top skor tim dengan 17 gol dari 23 laga, Persib kembali tampil kompetitif dan mengakhiri musim di posisi keempat klasemen akhir—sebuah lompatan besar dari musim sebelumnya.

Selain dua nama itu, sejumlah pemain seperti Bojan Malisic, Supardi Nasir, Ghozali Siregar, dan Dedi Kusnandar juga menunjukkan performa solid. Lini belakang pun tampak lebih stabil berkat kepemimpinan Supardi dan ketangguhan Bojan. Sementara itu, Ghozali dan Dedi memberikan kontribusi penting di sisi sayap dan tengah.

Patrich Wanggai yang datang dari Sriwijaya FC juga sempat mencuri perhatian dengan beberapa gol penting. Semua itu menjadi bagian dari narasi musim 2018: sebuah musim peralihan yang menjadi batu loncatan menuju era yang lebih stabil.

Kini, tujuh tahun setelah Essien pergi, Persib bukan lagi klub yang sedang berbenah. Gelar juara Liga 1 musim 2024/2025 menjadi simbol kebangkitan Maung Bandung. Trofi keempat di era Liga Indonesia ini terasa lebih istimewa karena untuk pertama kalinya Persib meraih gelar di musim penuh tanpa sistem playoff. Mereka juga menjadi klub pertama yang mengangkat trofi Liga 1 di kota sendiri, Bandung.

Dengan status sebagai juara bertahan dua musim beruntun, jersey Persib musim depan akan dihiasi empat bintang di dada—simbol kejayaan lintas generasi. Dan di balik itu, ada jejak langkah Michael Essien yang turut mengangkat nama klub ini di mata dunia.

Essien mungkin datang di waktu yang salah. Tapi dalam sejarah panjang Persib, namanya tetap akan dikenang sebagai sosok internasional yang membawa sorotan dunia ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Dan ketika kini klub yang pernah ia bela kembali berjaya, ia tak lupa menyapa.

Sekali biru, tetap biru.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore