
Rizky Ridho saat di hadang pemain Borneo FC di pertandingan BRI Liga 1 pekan ke-31. (@persija)
JawaPos.com–Persija Jakarta tengah mengalami periode sulit jelang laga pekan ke-32 Liga 1 2024/2025 melawan Bali United yang akan digelar Sabtu (10/5). Laga bakal dihelar di Stadion Pakansari.
Kekalahan tipis 0-1 dari Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (4/5) malam, menjadi kekalahan kedua beruntun yang diderita Macan Kemayoran dalam dua pekan terakhir. Gol semata wayang dalam laga tersebut dicetak winger Borneo FC, M. Sihran, melalui sundulan tajam pada menit ke-25.
Dia sukses memanfaatkan umpan Mariano Peralta dan menaklukkan kiper Persija, Carlos Eduardo. Gol ini tak hanya membawa Borneo FC kembali merangsek ke papan atas klasemen, tapi juga memperpanjang mimpi buruk Persija yang sebelumnya juga tumbang 0-2 dari Semen Padang pada pekan ke-30.
Kapten Persija Rizky Ridho tak menutupi kekecewaannya usai laga. Dalam pernyataannya, dia mengaku kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi tim dan menyampaikan permintaan maaf kepada para suporter setia, The Jakmania.
"Kami kalah 0-1. Tidak ada banyak alasan, kami menerima kekalahan ini. Saya mohon maaf kepada Jakmania," ujar Ridho.
Meski menelan dua kekalahan berturut-turut, Ridho menegaskan timnya belum menyerah. Dia menekankan pentingnya menjaga fokus dan konsentrasi untuk bangkit di tiga laga tersisa musim ini, dimulai dari duel melawan Bali United yang diprediksi berlangsung sengit.
"Semoga di tiga pertandingan sisa ini kami mendapatkan hasil yang terbaik," harap bek timnas Indonesia itu.
Persija kini tergelincir ke posisi delapan klasemen sementara dengan raihan 47 poin, hasil dari 13 kemenangan, delapan hasil imbang, dan 10 kekalahan. Yang menarik, Bali United memiliki poin dan statistik kemenangan yang identik dengan Persija. Namun, tim asal Pulau Dewata berhak duduk satu strip lebih tinggi di peringkat ketujuh berkat keunggulan head-to-head.
Pada pertemuan pertama musim ini di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, 15 Desember 2024, Bali United menang meyakinkan 3-1 atas Persija lewat gol-gol dari Everton Nascimento, Rahmat Arjuna, dan Muhammad Rahmat. Satu-satunya gol balasan Persija dicetak Gustavo Almeida.
Laga kontra Bali United akan menjadi ujian besar bagi konsistensi skuad Macan Kemayoran. Meski tampil cukup disiplin dalam laga kontra Borneo, ketajaman lini depan menjadi masalah serius yang belum terselesaikan. Meski menciptakan sejumlah peluang, semua upaya gagal mengubah kedudukan.
Di sisi lain, pertahanan Persija patut diberi apresiasi karena tampil lebih solid di babak kedua. Rizky Ridho dan rekan-rekan sukses meredam serangan lanjutan dari tim Pesut Etam, meski tetap gagal menghindari kekalahan.
Rizky Ridho menegaskan, kekalahan ini bukan karena performa buruk satu dua pemain saja, melainkan hasil dari keunggulan kolektif Borneo FC.
"Semua pemain Borneo tampil bagus karena mereka memenangkan pertandingan hari ini. Tidak adil jika menyebut satu nama," ujar dia.
Kini, dengan waktu persiapan yang terbatas, Persija harus berbenah cepat. Pelatih Ricky Nelson dan tim pelatih dituntut menyusun strategi terbaik, apalagi dengan absennya beberapa pemain kunci karena cedera. Seperti Rio Fahmi, Rayhan Hannan, Syahrian Abimanyu, Gustavo Almeida, Marko Simic, dan Muhammad Ferarri.
Laga melawan Bali United bukan hanya soal gengsi, tetapi juga krusial untuk menentukan nasib Persija di akhir musim. Tiga poin jadi harga mati jika ingin tetap bersaing di papan atas dan menghindari penurunan peringkat lebih lanjut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022