
Bruno Moreira dan rekan-rekannya merayakan gol penyama kedudukan Persebaya saat menghadapi Arema FC. (media Persebaya)
JawaPos.com–Persebaya selamat dari kekalahan atas Arema FC dalam laga bertajuk Derbi Jatim sore tadi (28/4) di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Sempat tertinggal 1-0, Green Force menyamakan kedudukan lewat penalti Bruno Moreira.
Skor 1-1 tentu membuat Persebaya semakin sulit mengejar Persib Bandung untuk bersaing meraih juara Liga 1 musim ini. Mereka bahkan hanya menyamakan poin dengan Dewa United yang baru saja kalah dari Malut United.
Persebaya sebenarnya bisa saja menang atas Arema FC, karena jika dilihat dari statistik yang diedarkan resmi oleh Liga 1 Match, tim asuhan Paul Munster menguasai pertandingan.
Green Force menguasai penguasaan bola sebesar 56 persen. Sedangkan Singo Edan hanya mencatatkan ball possession 44 persen sepanjang 90 menit.
Lalu dalam hal jumlah tembakan, Persebaya melepaskan 16 tendangan, dan Arema FC juga cukup banyak melakukan serangan dengan 12 tembakan. Dari 16 tembakan tersebut, tim asuhan Paul Munster mencatatkan tujuh shoot on goal. Di sisi lain, tim besutan Ze Gomes melepaskan empat tendangan ke gawang.
Fakta tersebut menunjukkan bahwa penyelesaian akhir masih menjadi PR bagi coach Paul Munster. Dengan jumlah tembakan sebanyak itu, Persebaya seharusnya bisa mencetak gol dari situasi open play.
Namun, dari jumlah kreasi peluang, tim tamu hanya menciptakan tujuh kreasi, lalu tuan rumah menciptakan delapan kreasi peluang.
Dari statistik, terlihat juga pertahanan Arema FC dibombardir Persebaya karena banyak menggagalkan serangan dari Francisco Rivera CS, yaitu melakukan 38 intersep dan 23 sapuan. Sedangkan Green Force hanya melakukan 19 intersep dan empat sapuan serangan-serangan dari Arema.
Berkaca dari laga Derbi Jatim ini, Persebaya berarti gagal memenuhi dua target yang dicanangkan sebelum pertandingan mulai, yaitu clean sheet dan mencuri tiga poin.
Bisa jadi, absennya Slavko Damjanovic turut berpengaruh. Meski Arema melakukan serangan tidak sebanyak rivalnya itu, namun mereka bermain efektif sehingga mampu mencuri gol.
Proses terjadinya gol Thales Lira juga memperlihatkan salah satu kelemahan tim kebanggaan Surabaya ini, yaitu antisipasi bola-bola mati khususnya tendangan sudut.
Jika Slavko tidak absen, mungkin gol tersebut bisa dicegah karena dia cukup mumpuni dalam mengantisipasi bola-bola lambung termasuk dari situasi tendangan sudut. Terlepas dari itu, hasil seri ini patut disyukuri karena Persebaya kembali melanjutkan tren positif tidak kalah di pekan-pekan terakhir musim ini. Apalagi laga tersebut merupakan laga tandang.
Kini, dengan sisa empat pertandingan dan potensi juara semakin menipis karena Persib semakin sulit terkejar, maka target realistis adalah bertahan di tiga besar. Setidaknya, dengan menempati top three, Green Force bisa lebih percaya diri menargetkan juara musim depan.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
