PAPAN ATAS: Slamet Nurcahyo (kanan) menikmati buka bersama dengan skuad Madura United lainnya.
JawaPos.com — Slamet Nurcahyo, mantan kapten Madura United, kini masuk dalam jajaran pemain gaek Liga Indonesia. Di usia 41 tahun, ia masih aktif di sepak bola dan menjadi inspirasi pemain muda.
Pahit manis dunia sepak bola Indonesia sudah dilalui pria asal Jember ini. Salah satu momen tak terlupakan terjadi saat ia magang di Persebaya Surabaya pada 2004.
Saat itu, Slamet baru lulus SMA dan bergabung dengan tim internal Assyabaab. Ia tampil gemilang dan membawa Assyabaab juara kompetisi internal Persebaya Surabaya.
“Saya berasal dari Jember. Lulus SMA, ke Surabaya ikut kompetisi internal Persebaya dengan Assyabaab yang dilatih Jakcen Tiago,” ujar Slamet di kanal YouTube Sportcast77.
Pelatih Assyabaab saat itu adalah Jacksen Tiago, yang kemudian ditarik menjadi pelatih kepala Persebaya Surabaya. Dari tim Assyabaab, dua pemain dipilih untuk magang di Persebaya Surabaya, dan salah satunya adalah Slamet Nurcahyo.
"Setelah juara di internal, Jacksen ditarik Persebaya. Lalu dua pemain Assyabaab diseleksi untuk magang. Salah satunya saya,” kenang Slamet.
Slamet mengaku tak kenal siapa pun di skuad Persebaya Surabaya yang dipenuhi nama-nama besar. Ia bahkan tidak tahu siapa Bejo Sugiantoro, Uston Nawawi, hingga Khairil Anwar.
“Yang saya tahu pemain Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto. Karena ada posternya di tabloid,” ungkap Slamet. Ia memang jarang menonton sepak bola, baik di stadion maupun di televisi.
Suatu hari, dalam sesi game internal, Slamet sempat mengolongi Khairil Anwar. Aksi itu membuat Khairil marah dan mengejar Slamet di lapangan.
“Pertama masuk (Persebaya) saya tidak tahu siapa Bejo, Uston dan lainnya. Waktu game, Pace (Khairil Anwar) saya kolongi (nutmeg). Marah dia, saya dikejar,” imbuhnya.
Baru setelah kejadian itu, Slamet sadar ia bermain bersama legenda-legenda Persebaya Surabaya. Termasuk Khairil Anwar yang dikenal sebagai tukang jagal tim Green Force.
“Mungkin kalau sudah kenal, pertama latihan saya akan segan. Tapi karena belum kenal, saya main lepas saja,” ujarnya sembari tertawa.
Slamet menilai era dulu kental dengan senioritas di dalam tim. Pemain muda harus melewati “ritual” tempaan mental dari para senior.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
