Rendi Irwan (kanan) jadi legenda Persebaya Surabaya yang masih memegang rekor abadi assist terbanyak Green Force di era Liga 1. (Persebaya.id)
JawaPos.com — Rendi Irwan, nama yang tak asing bagi pendukung Persebaya Surabaya, pernah jadi rebutan dua klub besar. Keinginan Persebaya Surabaya memulangkannya dari Persija Jakarta pada 2015 ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan.
Ibnu Grahan, pelatih Persebaya Surabaya saat itu, sangat mengidamkan Rendi kembali ke Surabaya. Gaya bermain Rendi dianggap pas untuk mengangkat performa lini tengah Green Force.
Namun, niat mulia itu terbentur tembok administrasi yang tak bisa ditembus. Persija Jakarta, klub asal Rendi waktu itu, menolak melepas sang pemain.
Sekretaris Persebaya Surabaya kala itu, Rahmad Sumanjaya, mengungkapkan sulitnya proses tersebut kepada awak media. “Sebab kita harus mendapatkan surat keluar dari klub asalnya, Persija Jakarta,” katanya.
Rahmad menambahkan, komunikasi dengan manajemen Macan Kemayoran sudah dilakukan berulang kali. Tapi, jawabannya tetap sama: Persija ogah melepas Rendi.
“Berat. Soalnya Pak FP masih nggandoli,” ujar Rahmad singkat namun penuh makna. FP yang dimaksud tak lain adalah Ferry Paulus, bos besar Persija kala itu.
Padahal, Rendi adalah sosok yang sangat dibutuhkan Persebaya Surabaya waktu itu. Dengan rekor 13 assist dari 81 laga, ia terbukti sebagai pengumpan ulung.
Kehadiran Rendi diharapkan bisa membawa kreativitas baru di lini tengah Persebaya Surabaya. Sayang, ‘gandolan’ Ferry Paulus membuat rencana itu terkendala.
Rendi sendiri bergabung dengan Persija pada musim 2015 di bawah asuhan Rahmad Darmawan. Saat itu, Macan Kemayoran tengah membangun tim dengan banyak wajah baru.
Di Persija, Rendi bermain bareng legenda seperti Bambang Pamungkas dan Ismed Sofyan. Meski hanya semusim, pengalamannya di Jakarta cukup berkesan.
Bersama pemain bintang seperti Greg Nwokolo, Rendi menunjukkan kualitasnya di lapangan. Kontribusinya membantu Persija yang sedang dalam fase regenerasi.
Rendi dikenal sebagai pemain sayap yang cerdas dan penuh inisiatif. Kemampuannya mengirim umpan akurat jadi senjata andalannya di setiap laga.
Meski singkat, waktu Rendi di Persija meninggalkan jejak yang tak terlupakan. Ia menjalin hubungan erat dengan rekan-rekan setimnya di Macan Kemayoran.
Pada 2018, Rendi bahkan merencanakan reuni kecil dengan Bambang dan Ismed. Ia ingin bertukar jersey sebagai tanda persahabatan yang terjalin.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
