Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Februari 2025 | 20.00 WIB

Larangan Kehadiran Bonek di Solo, Apa Dampaknya bagi Persebaya Surabaya?

Bonek dilarang hadir di Stadion Manahan saat Persis vs Persebaya. (Istimewa)

 

JawaPos.com — Bonek dulu masih mendapat kuota 500 tiket saat Persebaya Surabaya bertandang ke markas Persis Solo. Kini, di Liga 1 Indonesia 2024/2025, aturan melarang mereka hadir sama sekali.

Pada 23 Juni 2023, Persis Solo dan Persebaya Surabaya menggelar laga persahabatan di Stadion Manahan. Pertandingan bertajuk Fire of Hope itu menjadi ajang pemanasan sebelum Liga 1 Indonesia 2023/2024 dimulai.

Hubungan kedua klub memang terbilang spesial, baik dari sisi manajemen maupun suporter. Persis dan Persebaya Surabaya punya sejarah panjang dalam membangun sepak bola Indonesia.

Saat sepak bola nasional bergejolak akibat Tragedi Kanjuruhan, keduanya menjadi penggerak transformasi. Mereka mendorong PSSI untuk menggelar Kongres Luar Biasa sebagai langkah awal perubahan.

Tak hanya itu, manajemen kedua klub juga menjalin kerja sama dalam bidang merchandise. Mereka merilis kolaborasi bertajuk Wani Sakjose yang disambut baik oleh kedua belah pihak.

Suporter Persis dan Persebaya Surabaya pun memiliki hubungan yang sangat harmonis. Pernah ada perselisihan di masa lalu, namun kini sudah lama terkubur.

Momen penting perdamaian terjadi pada 2011 melalui aksi Penanaman Pohon Cinta. Sejak saat itu, hubungan suporter kedua tim semakin erat dan penuh rasa persaudaraan.

Laga persahabatan di Manahan menjadi bukti Solo dan Surabaya punya ikatan kuat. Bahkan, Wali Kota Solo kala itu, Gibran Rakabuming Raka, langsung mengundang Bonek untuk hadir di stadion.

”Saya sudah bertemu Mas Azrul (Azrul Ananda, CEO Persebaya), kami sepakat suporter Persebaya bisa hadir di pertandingan besok,” kata Gibran dalam rapat koordinasi di Mapolresta, Solo (22/6/2023).

Dalam rapat koordinasi di Mapolresta Solo, Gibran memastikan kehadiran Bonek. Ia juga menegaskan hubungan Solo-Surabaya harus terus dijaga.

Bonek diberi kuota 500 tiket untuk laga uji coba tersebut. Namun, mereka diwajibkan datang secara terkoordinasi agar semua berjalan lancar.

”Mari kita jaga bersama keamanan Solo, kuota untuk teman-teman Surabaya 500 pas, tidak 501 atau 502. Dan semua harus datang secara terkoordinir,” lanjutnya.

”Untuk teman-teman di Solo kita welcome yang dari Surabaya dengan terbuka. Kita tahun lalu di GBT disambut dengan sangat baik,” kata Gibran.

Jumlah itu dibatasi karena sepak bola Indonesia masih dalam masa transisi. Tragedi Kanjuruhan membuat PSSI dan FIFA mengawasi ketat keamanan di stadion.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore