Oktafianus Fernando ternyata sudah menyiapkan segalanya ketika nanti pensiun dari Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Kompetisi Liga 1 Indonesia sempat terhenti pada 2020 akibat pandemi. Hal ini membuat banyak pemain mencari cara untuk menjaga kestabilan finansial.
Salah satunya adalah Oktafianus Fernando, winger senior Persebaya Surabaya yang kala itu mulai menekuni dunia investasi. Ofan, sapaan akrabnya, memilih untuk berinvestasi dalam bentuk aset tanah sebagai cara mengamankan masa depannya.
Keputusan itu ternyata tidak datang begitu saja. Ia terinspirasi dari rekannya, Hansamu Yama.
Menurut Ofan, Hansamu sudah lama berkecimpung dalam dunia investasi tanah. Ia memiliki banyak properti di berbagai daerah. Melihat kesuksesan sahabatnya itu, ia pun terpacu untuk mengikuti jejak sang bek tangguh yang juga mantan kapten Timnas Indonesia.
"Jujur saya terinspirasi Hansamu, dia kan hebat, investasinya banyak. Tanahnya banyak di mana-mana, saya jadi kepingin. Tapi ya saya belum sehebat dia, dia sudah banyak, saya masih di daerah Surabaya barat dan sekitarnya saja," ujar Ofan dengan nada kagum.
Meskipun tertarik dan sudah mulai membeli tanah, Ofan mengakui dirinya masih jauh dibandingkan Hansamu dalam hal investasi. Saat ini, tanah yang ia miliki baru tersebar di wilayah Surabaya barat dan beberapa daerah sekitarnya.
Bagi Ofan, investasi tanah adalah pilihan yang cerdas. Nilainya cenderung stabil dan terus meningkat. Berbeda dengan aset lain seperti kendaraan yang mengalami penyusutan harga dalam waktu singkat.
"Kenapa tanah, karena ya tidak basi. Coba kalau saya investasi mobil, satu dua tahun harganya sudah turun," bebernya.
Selain itu, ia juga mempertimbangkan emas sebagai opsi investasi. Namun, menurutnya harga emas masih fluktuatif. Sementara tanah lebih aman dan memiliki potensi keuntungan jangka panjang yang lebih besar.
"Investasi emas juga naik turun, tapi kalau tanah stabil selalu naik, bisa jadi tabungan kalau sudah pensiun," lanjut Ofan.
Saat ini, jumlah tanah yang dimiliki Ofan memang belum sebanyak Hansamu. Namun, ia bertekad untuk terus menambahnya. Baginya, ini bukan sekadar investasi, tetapi juga persiapan untuk kehidupan setelah pensiun dari sepak bola.
Di tengah kesibukannya sebagai pemain sepak bola, Ofan mengatur waktu agar tetap bisa mengelola investasinya. Ia banyak belajar dari pengalaman orang lain, terutama dari Hansamu yang sudah lebih dulu sukses dalam bidang ini.
Ofan menilai pemain sepak bola harus pintar mengelola keuangan sejak dini. Agar tidak kesulitan di masa pensiun. Ia sadar karier sebagai pesepak bola tidak bisa berlangsung selamanya, sehingga persiapan harus dilakukan sejak sekarang.
Selain fokus pada investasinya, Ofan kini memiliki tugas berat untuk membawa Persebaya Surabaya bangkit dari keterpurukan. Green Force sedang dalam performa kurang baik setelah empat pertandingan tanpa kemenangan di putaran kedua Liga 1 Indonesia 2024/2025.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
