Gilson Costa memiliki kans tampil bersama Persebaya Surabaya ketika Francisco Rivera dan Dejan Tumbas absen kontra Persija Jakarta. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Bonek Mania akhirnya tak bisa menahan kekesalan mereka terhadap Gilson Costa. Performa gelandang asal Portugal itu kembali disorot setelah Persebaya Surabaya cuma bisa main imbang 1-1 lawan Persita Tangerang.
Persebaya Surabaya menjalani laga pekan ke-21 Liga 1 Indonesia 2024/2025 di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat, 31 Januari 2025 pukul 19.00 WIB. Namun, babak pertama berakhir dengan kekecewaan karena Green Force tertinggal 0-1.
Gol semata wayang Persita Tangerang dicetak oleh Badrian Ilham pada menit ke-14. Pemain itu sukses memanfaatkan umpan sepak pojok mendatar dari Irsyad Maulana yang mengecoh lini pertahanan Persebaya Surabaya.
Kesulitan Persebaya Surabaya dalam membongkar pertahanan rapat Persita membuat Bonek naik pitam. Sasaran utama amarah mereka adalah Gilson Costa, yang dinilai gagal memberikan kontribusi signifikan di lini tengah.
Kolom komentar akun Instagram resmi Persebaya Surabaya pun dibanjiri kritik terhadap eks pemain Liga Portugal itu. Bahkan, ada Bonek yang berteriak langsung di depan Gilson saat pemain keluar dari Stadion Gelora Bung Tomo.
"Gilson, tolong dengarkan ini, kamu bisa main bola atau tidak? Main bola, giring bola atau berantem sama bola?" teriak seorang suporter di luar Stadion Gelora Bung Tomo dengan nada penuh emosi.
Statistik Gilson Costa musim ini memang tidak begitu mengesankan untuk ukuran gelandang tengah. Dari 20 laga yang ia jalani, hanya ada 9 umpan kunci dan 9 tembakan yang ia lepaskan.
Lebih parah lagi, dari 9 tembakan tersebut, hanya 2 yang mengarah ke gawang dengan akurasi 23 persen. Data ini seolah membuktikan mengapa Bonek mulai geram dengan kehadiran Gilson di lini tengah Persebaya Surabaya.
Dari sisi kontribusi dalam permainan tim, Gilson memang mencatatkan 521 umpan dengan akurasi 90 persen. Namun, itu belum cukup karena peran kreatornya dianggap belum maksimal dalam membangun serangan.
Dalam aspek pertahanan, ia melakukan 54 tekel dengan 29 di antaranya sukses. Ia juga mencatatkan 35 intersep dan 11 sapuan, tetapi tetap belum mampu membawa keseimbangan di lini tengah Persebaya Surabaya.
Jumlah 19 pelanggaran yang ia lakukan dan 3 kartu kuning yang dikantongi makin memperkuat pandangan negatif suporter. Performa yang tidak kunjung membaik ini menjadi alasan utama mengapa Gilson Costa mendapat kritik pedas.
Dalam pertandingan yang sengit antara Persebaya Surabaya dan Persita Tangerang, para pemain tampil dengan semangat tinggi, terlihat dari penilaian performa mereka. Gilson Costa, yang mencetak nilai 6.9, menunjukkan kontribusi yang masih kurang solid meskipun bisa menjadi benteng di lini tengah Persebaya Surabaya.
Dari jajaran pemain inti, Arief Catur menjadi bintang dengan nilai tertinggi 7.2, diikuti oleh Mohammed Rashid (7.1) dan Kadek Raditya (7.0), yang keduanya juga menunjukkan permainan yang berkelas. Sementara itu, pemain cadangan, Bruno Moreira, mencuri perhatian dengan penilaian 7.8, menandakan potensi yang besar untuk memberikan dampak positif saat diturunkan.
Persebaya Surabaya secara keseluruhan menunjukkan performa yang lebih baik dari pertandingan sebelumnya, dengan Gilson Costa menjadi bagian dari strategi tim yang lebih luas, berkolaborasi dengan rekan-rekannya untuk menciptakan peluang demi peluang. Meski ada beberapa pemain dengan performa yang lebih mengesankan, kontribusi Gilson nampak perlu ditingkatkan jauh lebih baik lagi untuk membuktikan komitmen dan determinasinya dalam membantu tim mengejar kemenangan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
