
Perbandingan jersey Timnas Malaysia dan Indonesia. (Dok. FAM dan Erspo)
JawaPos.com – Timnas Indonesia dan Malaysia sama-sama meluncurkan jersey baru untuk tim nasional mereka pada Jumat (23/1). Namun, meskipun kedua negara merilis desain yang baru, reaksi masyarakat Malaysia - terutama dari akun media sosial - menunjukkan ketidakpuasan terhadap jersey Timnas Malaysia yang diproduksi oleh Puma.
Bahkan, akun @onefootballmy memberikan kritik keras terhadap desain dan harga jersey Timnas Malaysia, bahkan memberikan nilai sangat rendah untuk produk tersebut.
"Jersey dengan desain sederhana begini, tetapi harga 3++," tulis akun @onefootballmy dengan nada skeptis, mengomentari produk terbaru Harimau Malaya yang dirilis oleh Puma. Media ini pun meramalkan bahwa banyak pendukung Malaysia akan memilih membeli jersey palsu daripada yang original, dengan memberikan rating hanya 3/10.
Sementara itu, perhatian dan pujian justru tertuju pada jersey Timnas Indonesia yang diproduksi oleh apparel lokal, Erspo. Akun yang sama, @onefootballmy, memberikan apresiasi tinggi kepada desain dan kualitas jersey Timnas Indonesia.
"Nice Erspo. 9/10 just wow," tulisnya. Bahkan, mereka penasaran berapa harga jersey Timnas Indonesia dalam mata uang Malaysia, menyiratkan rasa kagum terhadap kualitas dan presentasi yang diberikan oleh Erspo.
Sebelumnya, masyarakat Malaysia juga mengungkapkan rasa kecewanya terhadap peluncuran jersey Timnas Malaysia, yang dipandang kurang menarik dan kurang menggugah minat.
Salah seorang warganet dengan akun X @thejoezakaria menyebutkan bahwa peluncuran jersey Timnas Malaysia terkesan seadanya.
"Presentasi seperti ini membuat saya antusias dan bersemangat melihat produk Timnas Indonesia," kata Joe Zakaria, yang membandingkan peluncuran jersey Timnas Indonesia yang tampak lebih mewah dan terorganisir dengan baik. Ia bahkan mengaku tertarik untuk membeli jersey Timnas Indonesia setelah melihat desainnya yang menarik.
Berbeda dengan jersey Timnas Malaysia yang didominasi warna kuning dengan aksen hitam di logo FAM dan Puma, jersey Timnas Indonesia tampil lebih elegan dengan dominasi warna merah dan ornamen putih yang menyerupai desain jersey tim besar seperti Liverpool dan Arsenal. Desain ini mengundang pujian, baik dari masyarakat Indonesia maupun internasional.
Keputusan untuk bekerja sama dengan apparel lokal atau global tentunya membawa dampak yang berbeda. Apparel lokal, seperti Erspo, memberikan keuntungan lebih dalam hal fleksibilitas desain.
Erspo sebelumnya bahkan mengadakan sayembara desain untuk jersey Timnas Indonesia, yang memungkinkan khalayak umum turut berperan dalam penciptaan desain tersebut. Ini menunjukkan bahwa apparel lokal lebih mampu mengeksplorasi kreativitas, serta mendekatkan produk kepada kebutuhan dan selera pasar lokal.
Selain itu, harga jersey yang diproduksi oleh apparel lokal biasanya lebih terjangkau. Ini tentu memberikan keuntungan bagi banyak suporter yang ingin membeli jersey resmi timnas tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Keuntungan lain dari bekerja sama dengan apparel lokal adalah terciptanya rasa kebanggaan atas produk dalam negeri yang mendukung industri kreatif lokal.
Di sisi lain, apparel global seperti Puma memiliki kekuatan dalam hal branding dan jangkauan pasar internasional. Namun, jersey yang diproduksi sering kali lebih mahal dan cenderung menggunakan desain standar team wear, yang tinggal dipasang logo tim.
Meskipun kualitas material dianggap lebih terjamin, desain dan produksi jersey yang seringkali seragam seperti tim lain, dan tidak terlalu spesial membuat harga yang tinggi tidak selalu sebanding dengan nilai yang ditawarkan, seperti yang terlihat pada jersey Timnas Malaysia yang mendapat kritik keras.
Contohnya, corak jersey Timnas Malaysia ini sama dengan jersey dari mantan pemain Persebaya Surabaya, Song Ui-young, yakni Lion City Sailors.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
